• Kamis, 1 Desember 2022

Insentif PPnBM DTP Terbukti Dongkrak Pertumbuhan Manufaktur

- Senin, 14 Februari 2022 | 15:20 WIB
Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat terbukti mampu memberikan stimulus bagi peningkatan industri-industri pendukungnya, terutama yang bergerak pada industri komponen otomotif (kemenperin)
Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat terbukti mampu memberikan stimulus bagi peningkatan industri-industri pendukungnya, terutama yang bergerak pada industri komponen otomotif (kemenperin)

KETIKNEWS.ID.--Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) kendaraan roda empat terbukti mampu memberikan stimulus bagi peningkatan industri-industri pendukungnya, terutama yang bergerak pada industri komponen otomotif. Melalui kebijakan tersebut, beberapa subsektor manufaktur mampu tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional 2021 yang sebesar 3,69%.

“Sepanjang 2021, tercatat industri pengolahan nonmigas tumbuh 3,67%. Beberapa subsektor tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya industri alat angkut sebesar 17,82%,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya melalui laman kemenperin. 

Baca Juga: MUI: Stop Kekerasan, Pengusiran, dan Penganiayaan Umat Islam di India

Industri alat angkut mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan subsektor industri lainnya, seperti industri logam dasar (11,5%), industri mesin dan perlengkapan (11,43%), ataupun industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (9,61%).

Saat pandemi Covid-19 masuk ke tanah air, industri alat angkut merupakan salah satu subsektor manufaktur yang mengalami pukulan paling keras di antara subsektor manufaktur lainnya. Kala itu, kontraksi pada pertumbuhan industri alat angkutan mencapai 34,29 persen pada kuartal II/2020. Salah satu penyebabnya adalah turunnya penjualan kendaraan.

Baca Juga: Siap-siap, Herry Wirawan Hadapi Sidang Vonis Pemerkosaan 13 Santriwati Besok!

Di periode tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri otomotif hanya mampu menjual mobil sebanyak 24.042 unit, lebih rendah 89,44 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di samping itu, industri otomotif hanya mampu memproduksi 41.250 unit mobil atau lebih rendah 85,02 persen secara tahunan. Sepanjang 2020, pertumbuhan industri alat angkut minus 19,86%.

Padahal, industri otomotif merupakan industri yang menghidupi 1,5 juta pekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut. Akibat anjloknya sektor ini, banyak pekerja yang perkonomiannya turut terdampak. “Karena pertimbangan tersebut, Kemenperin sejak awal pandemi mengusulkan pembebasan pajak kepemilikan mobil baru yang direalisasikan melalui insentif PPnBM DTP,” tutur Agus.

Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Ringkus Tersangka Teroris Jaringan JAD di Riau

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: Kemenperin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

1.000 Riders Meriahkan IMOS 2022

Minggu, 6 November 2022 | 13:38 WIB

Harga dan Varian Honda WR-V

Kamis, 3 November 2022 | 09:20 WIB

Cara Merawat Mobil Setelah Usai Dipakai Mudik

Kamis, 12 Mei 2022 | 10:38 WIB

Daihatsu Resmi Luncurkan All New Xenia

Senin, 15 November 2021 | 15:00 WIB
X