• Jumat, 19 Agustus 2022

Mahasiswa Poltekpar Bali Ciptakan Sistem Informasi Akuntansi Desa Wisata

- Selasa, 5 April 2022 | 11:27 WIB
Mahasiswa Poltekpar Bali Ciptakan Sistem Informasi Akuntansi Desa Wisata (Dok.kemeparekraf)
Mahasiswa Poltekpar Bali Ciptakan Sistem Informasi Akuntansi Desa Wisata (Dok.kemeparekraf)


KETIKNEWS.ID,-- Mahasiswa Program Studi Manajemen Akuntansi Hospitality (MAH) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali menciptakan sistem informasi akuntansi untuk pengelolaan desa wisata. Sistem informasi akuntansi ini menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi masyarakat desa dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran kas (cashflow) sehingga mampu menghasilkan laporan keuangan yang baik dan terstruktur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangannya, di Jakarta, mengapresiasi hasil karya mahasiswa Poltekpar Bali dalam mendukung kemajuan desa wisata. Dimana desa wisata menjadi prioritas Kemenparekraf untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas, berkelas dunia, dan berkelanjutan lingkungan. Hal ini juga menunjukkan komitmen Poltekpar dalam menghasilkan SDM pariwisata dengan kemampuan dan kompetensi terbaik.

Baca Juga: Pacific Asia Travel Association Sweden Chapter, Indonesia Tunjukan Kesiapan Menyambut Wisatawan Asing

“SDM yang unggul dan berkualitas serta dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia merupakan kunci utama mewujudkan pemulihan ekonomi kita,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Sabtu (2/4/2022).

Desa Wisata Pinge di Kabupaten Tabanan dan Desa Wisata Taro di Kabupaten Gianyar menjadi sasaran awal pengaplikasian sistem informasi akuntansi yang dikemas dalam pelaksanaan Program Aplikasi Manajemen.

Mahasiswa Poltekpar Bali Ciptakan Sistem Informasi Akuntansi Desa Wisata (Dok.kemeparekraf)

Terpilihnya Desa Wisata Pinge karena desa tersebut resmi berbadan hukum (SK Bupati Tabanan Nomor 337 Tahun 2004). Pengaplikasian sistem informasi akuntansi di Desa Wisata Pinge dilakukan oleh mahasiswa Prodi MAH kelas A 2018. Saat itu para mahasiswa mengidentifikasi sistem informasi akuntansi desa wisata yang masih belum sesuai standar.

Baca Juga: Semakin Mencekam Krisis Ekonomi Sri Lanka

Karenanya mahasiswa Prodi MAH kelas A 2018 menciptakan program berbasis Microsoft Excel, sehingga memudahkan masyarakat desa dalam membuat siklus akuntansi di Desa Wisata Pinge. Baik penerimaan maupun pengeluaran kas, yang nantinya akan menghasilkan laporan keuangan.

Kelebihan sistem berbasis Microsoft Excel adalah sistemnya yang tidak menggunakan internet dan dapat mencegah terjadinya manipulasi dan penyimpangan karena telah disiapkan formulir pendukung.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi Targetkan 30 Juta UMKM masuk Ekosistem Digital

Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:06 WIB

Elon Musk Jual Saham Tesla Senilai 6,9 Miliar Dolar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:13 WIB

Inilah Crazy Rich Indonesia Yang Sebenarnya

Senin, 14 Maret 2022 | 14:24 WIB
X