• Minggu, 3 Juli 2022

Trashion, Konsep Sustainable Fashion yang Didaur Ulang dari Bahan Sampah

- Rabu, 28 Juli 2021 | 13:20 WIB
Ilustrasi hasil konsep trashion. (Sumber: bitrashion.org)
Ilustrasi hasil konsep trashion. (Sumber: bitrashion.org)

KETIKNEWS.ID,-- Produksi fashion ternyata memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Hal ini diperkuat dengan fenomena yang terjadi di Eropa, terdapat 80 miliar potongan kain setiap tahun yang dibuang begitu saja di tempat pembuangan sampah.

Pembuangan bahan-bahan tekstil ini dapat melepaskan racun ke bumi dan serat mikro ke saluran air. Tak ayal, tahun 2050 industri mode diprediksi akan menjadi penyumbang polusi dunia terbesar setelah minyak.

Selain itu, melansir dari Businessinsider, 10 persen emisi karbon dunia datang dari proses produksi yang dilakukan dalam industri ini. Angka ini diprediksi akan terus meningkat, terutama dengan menjamurnya merek fast fashion di seluruh dunia.

Menjadi salah satu industri dengan pergerakan yang cepat, industri fashion pun dituntut untuk mulai mengadopsi sistem bisnis yang lebih sustainable. Sehingga, kini banyak industri fashion telah berinovasi untuk menciptakan fashion yang lebih raman lingkungan atau sustainable fashion.

Untuk mengusung prinsip sustainable fashion, ada banyak hal yang dapat dilakukan seseorang. Mulai dari mengurangi konsumsi barang baru, menggunakan pakaian berbahan dasar organik, menghindari merek fast fashion, bahkan mendaur ulang atau mengalihfungsikan barang yang tidak terpakai.

Mendaur ulang suatu barang biasa dikenal dengan istilah recycle dan pengalihfungsian dikenal dengan upcycle. Produk yang dihasilkan nanti tergolong dalam suatu kategori bernama trashion, gabungan dari kata trash dan fashion.

Trashion, merupakan prinsip sustainable fashion yang merupakan istilah untuk mendaur ulang pakaian. Mengubah sampah menjadi produk fashion yang berkualitas memang tidak mudah namun bukan hal yang tidak mungkin dilakukan.

Trashion adalah istilah untuk seni, perhiasan, mode, dan benda-benda yang dibuat dari elemen bekas, dibuang, ditemukan, dan digunakan kembali. Istilah ini pertama kali diciptakan di Selandia Baru pada tahun 2004 dan mulai digunakan hingga tahun 2005.

Trashion adalah subgenre dari seni objek yang ditemukan, yang pada dasarnya menggunakan objek yang sudah memiliki tujuan tertentu, dan mengubahnya menjadi seni. Dalam hal ini adalah menggunakan kembali sampah.

Halaman:

Editor: Riedha Aghniya Adriyana

Tags

Terkini

4 Cara Berbusana Disaat Cuaca Tak Menentu

Senin, 30 Mei 2022 | 09:48 WIB
X