• Kamis, 21 September 2023

Bagaimana Pandangan Dalam Islam Tentang Menceritakan Permasalahan Rumah Tangga Ke Orang Tua

- Sabtu, 20 Mei 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi Hubungan Suami dan Istri (Foto : iStockphoto/ferlistockphoto)
Ilustrasi Hubungan Suami dan Istri (Foto : iStockphoto/ferlistockphoto)

KETIKNEWS.ID, -- Bagaimana pandangan dalam Islam tentang menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua? Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak pasangan yang mengalami konflik atau masalah dalam hubungan mereka. Apakah hal ini diperbolehkan atau tidak? Apa hikmah dan dampaknya bagi keluarga dan masyarakat?

Dalam Islam, rumah tangga adalah sebuah institusi yang harus dijaga dengan baik. Rumah tangga adalah tempat dimana pasangan saling mencintai, menghormati, dan membantu satu sama lain. Rumah tangga juga adalah tempat dimana anak-anak dididik dan dibesarkan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, rumah tangga harus dilindungi dari segala hal yang dapat merusaknya, termasuk dari gangguan atau campur tangan orang lain yang tidak berhak.

Salah satu hal yang dapat merusak rumah tangga adalah menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua. Hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah, antara lain:

  • Menyakiti hati pasangan. Menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua berarti mengekspos aib atau kekurangan pasangan kepada orang lain. Hal ini dapat melukai perasaan dan harga diri pasangan, serta merusak kepercayaan dan rasa hormat antara keduanya. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara dosa besar adalah seorang laki-laki menceritakan kepada istrinya apa yang terjadi di antara keduanya (dalam hubungan intim), atau seorang istri menceritakan kepada suaminya apa yang terjadi di antara keduanya (dalam hubungan intim)." (HR. Muslim)
  • Menimbulkan fitnah atau permusuhan. Menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua dapat membuat orang tua menjadi tidak suka atau benci kepada pasangan kita. Hal ini dapat memicu fitnah atau permusuhan antara keluarga kita dan keluarga pasangan kita. Hal ini juga dapat menyebabkan orang tua ikut campur dalam urusan rumah tangga kita, padahal mereka tidak memiliki hak untuk itu. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membuka aib saudaranya Muslim, maka Allah akan membuka aibnya hingga ia dipermalukan di rumahnya." (HR. Abu Dawud)
  • Menyia-nyiakan waktu dan energi. Menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya menambah masalah. Hal ini akan menyia-nyiakan waktu dan energi kita yang seharusnya digunakan untuk mencari solusi atau rekonsiliasi dengan pasangan kita. Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS. Al-Isra: 36)

Oleh karena itu, pandangan Islam tentang menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua adalah tidak dianjurkan, kecuali dalam beberapa kondisi tertentu, seperti:

  • Jika permasalahan rumah tangga sudah sangat parah dan tidak ada jalan keluar lain selain bercerai. Dalam hal ini, menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua dapat menjadi salah satu cara untuk meminta nasihat atau bantuan mereka dalam proses perceraian yang adil dan baik.
  • Jika permasalahan rumah tangga melibatkan kekerasan fisik atau psikis dari salah satu pihak. Dalam hal ini, menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi diri atau anak-anak dari bahaya yang mengancam jiwa.

 

  • Jika permasalahan rumah tangga berkaitan dengan masalah agama atau akidah yang fundamental. Dalam hal ini, menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua dapat menjadi salah satu cara untuk mendapatkan bimbingan atau fatwa dari ulama atau ahli agama yang kompeten.

Dalam kondisi-kondisi tersebut, menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua harus dilakukan dengan cara yang bijak dan sopan, tanpa menjelek-jelekkan atau menuduh-nuduh pasangan kita secara sembarangan. Menceritakan permasalahan rumah tangga ke orang tua juga harus dilakukan dengan tujuan yang baik dan benar, yaitu untuk mencari solusi atau pertolongan, bukan untuk mencari simpati atau dukungan.

Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi permasalahan rumah tangga kita, serta memberikan kita hikmah dan petunjuk dalam menyelesaikannya dengan cara yang sesuai dengan syariat-Nya. Amin.***

Editor: Danny Wahyudi

Tags

Terkini

Benarkah Kunci Motor Kearah Kanan Anti Maling ?

Rabu, 23 Agustus 2023 | 20:18 WIB

Begini Cara Merawat Velg Racing Motor

Jumat, 18 Agustus 2023 | 22:01 WIB

Terkuak Jok Motor Matik Bekas Jadi Keras

Kamis, 17 Agustus 2023 | 21:01 WIB

Bahaya Tunda Ganti Oli Motor, Mesin Bisa Jebol

Rabu, 16 Agustus 2023 | 19:07 WIB

Faktor Komstir Motor Cepat Kendor dan Rusak

Senin, 14 Agustus 2023 | 20:51 WIB

Komstir Mulai Oblak, Indikasi Mulai Rusak ?

Senin, 14 Agustus 2023 | 20:47 WIB
X