• Senin, 5 Desember 2022

Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Membuat Anak Susah Berkembang

- Senin, 17 Januari 2022 | 13:06 WIB
Ilustrasi - Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Membuat Anak Susah Berkembang. (unsplash)
Ilustrasi - Helicopter Parenting, Pola Asuh yang Membuat Anak Susah Berkembang. (unsplash)

KETIKNEWS.ID,-- Helicopter Parenting adalah orang tua yang pola pengasuhannya sangat fokus pada anak-anak dan memantau setiap gerak-gerik anak layaknya helikopter.

Istilah ini pertama kali muncul dalam buku Dr. Haim Ginott berjudul Parents & Teenagers pada tahun 1969 silam.

Orangtua dalam helicopter parenting cenderung mengambil alih seluruh pengalaman bahkan kesuksesan atau kegagalan anak sekalipun. Psikolog menyebut pola pengasuhan ini sebagai “overparenting”.

Baca Juga: Resmi Selenggarakan Balapan Liar yang Legal, Polda Metro Jaya: Akan Digelar Secara Rutin

Tentu yang berlebihan tidak baik. Orangtua dengan pola “overparenting” cenderung terlalu mengontrol, terlalu melindungi, bahkan terlalu menyempurnakan segalanya bahkan di luar normalnya kapasitas orang tua.

Biasanya helicopter parenting disematkan pada orang tua yang anak-anak mereka sudah berada di usia SMA atau kuliah.

Pada fase ini, anak-anak seharusnya sudah menjadi individu yang mandiri dan bisa melakukan tanggung jawabnya sendiri. Meski demikian, helicopter parenting bisa diaplikasikan saat anak berada di usia berapa pun.

Baca Juga: Cegah Penularan Varian Omicron, Kemenkes Kebut Vaksinasi Booster di Wilayah Jabodetabek

Ciri-ciri helicopter parenting pada orangtua adalah selalu membayangi langkah anaknya, termasuk memberi tahu apa yang harus dilakukan tanpa memberikan waktu pada anak untuk mengenal dirinya sendiri.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Beragam Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hey Cewek! Intip 5 Cara Ini Agar Siklus Haid Teratur

Selasa, 15 November 2022 | 13:53 WIB
X