• Selasa, 29 November 2022

Bunda ini Upaya Cegah Anak Agar Terhindar Stunting dan Obesitas

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 05:48 WIB
Ilustrasi - Di Indonesia berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam rpjmn 2020-2024, yakni 14% (sehatnegeriku.kemenkes)
Ilustrasi - Di Indonesia berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam rpjmn 2020-2024, yakni 14% (sehatnegeriku.kemenkes)

KETIKNEWS.ID.--Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Dr. Dhian Probhoyekti, SKM, MA mengatakan permasalahan gizi tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di dunia. Bahkan permasalahan ini menjadi fokus secara global.

Di Indonesia berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam rpjmn 2020-2024, yakni 14%.

Baca Juga: Polri Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual Anak 10 Tahun, Periksa 9 Saksi

Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada Balita sebanyak 3,8% dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8%. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8%, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit.

“Dampak masalah gizi stunting dan obesitas berdampak jangka pendek dan jangka panjang karena kedua masalah gizi ini menjadi indikator pembangunan kesehatan bangsa yang berpengaruh terhadap kualitas generasi penerus,” katanya dalam konferensi Hari Gizi Nasional ke-62 secara virtual, Selasa (18/1) melalui sehatnegeriku.kemenkes.

Baca Juga: 7.411 Pendaftar Lulus Seleksi Calon PPPK Kemenag, Cek Disini

Pada saat anak stunting maka terjadi gagal tumbuh ditunjukkan dengan tinggi badan pendek dan perkembangan intelektual terhambat. Dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak pada gangguan metabolik yang meningkatkan risiko individu obesitas, diabetes, stroke, dan jantung.

Perbaikan gizi lebih diarahkan pada gizi seimbang sebagai solusi menurunkan stunting dan mencegah angka obesitas naik. Gizi seimbang bermakna luas berlaku pada semua kelompok umur.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Bandwith dan Siapkan 5G Experience dalam MotoGP Mandalika 2022

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hey Cewek! Intip 5 Cara Ini Agar Siklus Haid Teratur

Selasa, 15 November 2022 | 13:53 WIB
X