Insentif Kendaraan Listrik Mulai 20 Maret 2023, Simak Merek, Skema, dan Penerima Bantuan Subsidi

- Selasa, 7 Maret 2023 | 12:06 WIB
Berlaku 20 Maret 2023! Merek, skema bantuan, kriteria motor, dan penerima bantuan subsidi atau insentif kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). (maritim.go.id)
Berlaku 20 Maret 2023! Merek, skema bantuan, kriteria motor, dan penerima bantuan subsidi atau insentif kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). (maritim.go.id)

KETIKNEWS.ID,-- Bantuan subsidi atau insentif kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) mulai berlaku pada 20 Maret 2023.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (6/3).

Pemerintah menetapkan, subsidi pembelian motor listrik baru berbasis baterai sebesar Rp 7 juta untuk 200.000 unit motor.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik Sebesar Rp7 Juta Berlaku Maret 2023

Kemudian, pemerintah pun memberikan subsidi sebesar Rp 7 juta untuk konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik sebanyak 50.000 unit.

Seluruh produksi dan konversi motor dilakukan di Indonesia. Selain itu, Kementerian Perindustrian mengusulkan sebanyak 35.900 unit mobil dan 138 unit bus untuk diberikan subsidi KBLBB.

5 Merek Produsen Kendaraan Listrik

Adapun selama program KBLBB ini berjalan, pembelian mobil listrik dengan merek Hyundai dan Wuling akan mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah.

Sementara itu, untuk sepeda motor listrik baru yang diproduksi Gesits, Volta, dan Selis akan mendapatkan bantuan subsidi dari pemerintah.

Baca Juga: Guna Tarik Minat Masyarakat Indonesia, Pemerintah Siapkan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik

Skema Bantuan Subsidi Kendaraan Listrik

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bantuan subsidi pembelian kendaraan listrik baru ini diberikan melalui beberapa tahapan.

1. Produsen kendaraan akan mendaftarkan jenis kendaraan listrik yang sesuai dengan persyaratan pemberian subsidi KBLBB, yakni memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

2. Lembaga verifikasi akan melakukan verifikasi terhadap vechicle identification number (VIN) dengan TKDN kendaraan yang didaftarkan produsen.

Halaman:

Editor: Ridwan Alawi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vivo siap luncurkan Duo Vivo V27 di Tanah Air

Kamis, 23 Maret 2023 | 12:45 WIB
X