• Sabtu, 30 September 2023

Fahri Hamzah Pesimis Polemik Transaksi 300-an Triliun Bakal Terungkap 

- Sabtu, 1 April 2023 | 10:55 WIB
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah  (Instagram Fahri Hamzah @fahrihamzah)
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah (Instagram Fahri Hamzah @fahrihamzah)
KETIKNEWS.ID,-- Polemik kasus dugaan transaksi mencurigakan senilai Rp349 triliun di Kementerian Keuangan dinilai pesimis akan terungkap secara gamblang alias hanya akan dibiarkan begitu saja tanpa kejelasan.
 
Demikian diungkap mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyikapi akhir rapat yang digelar Komisi III DPR dengan Ketua Komite Koordinasi Nasional TPPU Mahfud MD.
 
Tidak selesainya penanganan kasus ini, Fahri berpandangan, karena adanya kultur bersekongkol yang baik di antara para pejabat untuk menghentikan kasus-kasus besar, terutama berkaitan dengan keuangan politik. Bahkan, pembicaraan terkait hal ini akan dibatasi masalahnya.
 
"Kadang-kadang di belakang itu ada yang mulai ngomong, mungkin juga bisa sampai kepada pemimpin tertinggi. Pak, jangan diteruskan pak, ini orang bantu kita (ilustrasi). Sehingga di batasilah (masalahnya). Jadi memang ada kultur bersekongkol yang luar biasa di negara kita ini," ucap Fahri.
 
Menyinggung posisi Mahfud MD sebagai Menteri Koordinator (Menko) di jajaran kabinet pemerintah pusat juga menurut Fahri, telah memberikan posisi istimewa untuk membongkar masalah internal dalam sebuah kementerian atau lembaga negara. 
 
Baginya, kata Fahri, posisi strategis seorang Menko tentu akan memperoleh kepercayaan penuh dari Presiden dalam menyelesaikan permasalahan di berbagai bidang.
 
"Tapi seberapa pak Mahfud difungsikan dan dipercaya oleh Presiden, kita nggak tahu. Karena kalau dia dipercaya sebenarnya begitu dia sebagai Ketua komite tahu ini ada masalah, kan sederhana, tinggal kumpulkan para pihak," urainya.
 
"Lalu, lapor ke Presiden, pak ini ada masalah kita menduga ada transaksi ilegal atau money laundry di Kementerian Keuangan, jumlahnya sekian. Minta petunjuk sama Presiden. Nggak perlu ribut lah," ujar politikus Partai Gelora Indonesia tersebut.
 
Sementara itu, terkait perbedaan data yang diterima Mahfud MD dan TPPU dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, dianggap Fahri belum adanya kematangan dalam menyusun temuan dugaan transaksi ilegal tersebut. 
 
Tapi menurut dia, jika pihak yang melaporkan temuan itu juga terjebak dalam sistem yang memunculkan persekongkolan, maka mereka hanya mencari keuntungan dari masalah itu dan tidak akan terselesaikan.
 
"Kalau anda bagian dari persekongkolan, pasti anda nggak bisa selesaikan di dalam. Atau juga kalau anda bagian dari persekongkolan, anda sekedar mengambil untung saja dari ini semua, tapi intinya anda tidak akan selesaikan," kata Fahri.
 
"Karena anda sudah mendapatkan pujian dari publik, setelah anda dapat viral, sudah cukup. Tapi masalah persekongkolan ini tidak selesai," pungkas politisi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Editor: Gideon Sinaga

Tags

Terkini

Rakernas PDI-P hari ini akan digelar di JIExpo

Jumat, 29 September 2023 | 09:11 WIB

Anak Erick Thohir Curhat Kebiasaan Sang Ayah di Rumah

Minggu, 24 September 2023 | 21:21 WIB

Sah..!! Kaesang Pangarep Resmi Menjadi Kader PSI

Sabtu, 23 September 2023 | 16:10 WIB
X