• Jumat, 12 Agustus 2022

Apakah Boleh Mengucapkan Selamat Hari Natal bagi Umat Islam?

- Jumat, 24 Desember 2021 | 13:35 WIB
Hukum Mengucapkan Selamat hari Natal (treechistmastshop)
Hukum Mengucapkan Selamat hari Natal (treechistmastshop)

KETIKNEWS.ID,-- Hukum mengucapkan selamat Hari Natal bagi umat Islam hingga kini masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Banyak pihak mengharamkan mengucapkan, ada pula memperbolehkan.

Terkait dengan polemik tersebut, Eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ikut memberikan komentar perihal hukum mengucapkan selamat Natal tersebut.

Tegas mengharamkan mengucapkan selamat natal,” pengacaranya, Aziz Yanuar saat dihubungi Pojoksatu.id, Jumat (24/12).

Habib, kata Aziz, juga mengikuti fatwa MUI soal mengucapkan selamat Hari Natal ini.Meski begitu, lanjut Aziz, Habib berpesan agar semua umat untuk tetap menjaga toleransi antara muslim dan nasrani. Habib juga ikut MUI,” ujar Aziz.

Sebelumnya, Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Muhammad Cholil Nafis berpendapat mengucapkan Selamat Natal kepada umat nasrani diperbolehkan selama konteksnya untuk saling menghormati dan toleransi.

Baca Juga: Makna Kandungan dari Doa Sapu Jagat

“Mengucapkan selamat Natal itu boleh dalam konteks saling menghormati dan toleransi. Apalagi yg punya keluarga nasrani atau sbg pejabat. 2015 lalu sdh saya jelaskan di media, bahwa fatwa MUI pada 7 Maret 1981 itu mengharamkan ikut upacara merayakan natalan,” cuitnya dalam akun Twitter resminya @cholilnafis yang dikutip pada Sabtu (18/12).

Mengapa muncul perbedaan pandangan hukum? Ada beberapa sebab. Bisa dilihat dari penempatan persoalan ini adalah apakah mengucapkan selamat hari natal itu bagian dari persoalan keseharian belaka atau muamalah, atau apakah berkaitan dengan akidah?”

Melansir dari Mohamamadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid ( Tajdid PP Muhammadiyah) menjelaskan bahwa para ulama yang mengharamkan pengucapan selamat hari natal karena berdasarkan penafsiran QS. Maryam ayat 23-26. Dalam ayat tersebut, Jibril memerintahkan Maryam yang sedang melahirkan Isa al Masih untuk meraih pangkal pohon kurma itu kearahnya lalu mengambil buahnya yang telah matang untuk dimakan. Kehadiran buah kurma memberikan isyarat bahwa kelahiran Isa al Masih bukan di musim dingin dan dengan demikian tanggal 25 Desember bukan kelahiran Putra Maryam tersebut.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Terkini

Imbas Blokir Paypal Cs, Kominfo akan Digugat

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Doni Salmanan Tipu 25.000 Orang untuk Daftar Quotex

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:17 WIB

7 Filosofi Logo HUT ke-77 RI 17 Agustus 2022

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:54 WIB
X