• Selasa, 16 Agustus 2022

Bayar Utang dan Beli Bibit Ikan, Kepala Desa Tenjomaya Ciledug Diduga Korupsi Dana Desa dan BLT

- Rabu, 29 Desember 2021 | 14:20 WIB
Ilustrasi (akbaar_)
Ilustrasi (akbaar_)

KETIKNEWS.ID,-- Kuwu atau kepala Desa Tenjomaya, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, MH menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi dana desa dan BLT. Kini dia telah ditetapkan menjadi tersangka dan mendekam sebagai tahanan di Polresta Cirebon untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, AKP Anton mengungkapkan, Kuwu MH diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa, pengadaan bibit ikan hingga bantuan langsung tunai (BLT). Pada Tahun Anggaran 2019, Kuwu MH didapati tidak melaksanakan seluruh kegiatan yang ada di APBDes. Namun, anggarannya malah terserap habis.

Baca Juga: Mobil Listrik Jadi Kendaraan Resmi KTT G20, PLN Bangun 21 SPKLU di Bali

“Uang anggaran itu dipakai untuk keperluan pribadi dan bayar utang,” kata Kasat Reskrim, dalam ekspos di Polresta Cirebon, Senin (27/12/2021). Kemudian, sambung Kasat Reskrim, pada tahun anggran 2020, kuwu MH melakukan melakukan dugaan tindak pidana korupsi BLT bulan Oktober, November, Desember 2020. Juga dana pembelian bibit ikan yang diembat untuk keperluan pribadi dan bayar utang.

Ilustrasi pelaku Korupsi (pfficial.kpk)

“Dana BLT ini program pemerintah untuk penanggulangan dampak ekonomi covid-29. Tapi tidak disalurkan,” kata AKP Anton.

Akibat perbuatan Kuwu MH, sebanyak 178 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Tenjomaya tidak mendapatkan BLT. Berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Cirebon, diketahui terdapat kerugian negara lebih dari Rp325 juta.

Baca Juga: Tangani Pandemi, Menkeu Sebut Pemerintah Berupaya Keras Menyediakan Vaksin

Kerugian Negara Ratusan Juta
Kerugian itu, terdiri dari penyalahgunaan dana desa Tahun Anggaran 2019 sebesar lebih dari Rp154 juta. Kemudian penyalahgunaan BLT Tahun Anggaran 2020 sebesar lebih dari Rp160 juta dan penyalahgunaan dana pembelian bibit ikan sebesar Rp10 juta.“Penyidik masih melakukan penelusuran aset atau tracing kepada tersangka,” kata AKP Anton.

Atas perbuatannya, Kuwu MH terancam dengan sejumlah pelanggaran pasal yakni Pasal 2 jo 3 UU 31/2019, jo pasal 8 UU RI 20/2021.
Sedangkan ancaman hukuman pasal 2, pidana penjara dengan ancaman seumur hidup, paling singkat 4 tahun penjara. Ancaman hukuman pasal 3, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 1 tahun. Dan ancaman hukuman pasal 8, pidana penjara paling singkt 3 tahun atau paling lama 15 tahun.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Terkini

BLACKPINK Siap Tampil di MTV Video Music Award 2022

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:39 WIB

Tampilan Detail Album Born Pink BLACKPINK Versi KiT

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:57 WIB

Jadwal MDL S6 Week 2

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:58 WIB

HUT RI Ke-77 Usung Konsep Sejarah Bangsa Indonesia

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:50 WIB
X