• Selasa, 16 Agustus 2022

KKP Apresiasi TNI AL atas Sinergi Penanganan Puluhan Ekor Penyu Hasil Sitaan di Bali

- Kamis, 13 Januari 2022 | 16:17 WIB
Puluhan ekor penyu hasil sitaan TNI AL dilepasliarkan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dilepasliarkan (kkp.go.id)
Puluhan ekor penyu hasil sitaan TNI AL dilepasliarkan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dilepasliarkan (kkp.go.id)

KETIKNEWS.ID.--Puluhan ekor penyu hasil sitaan TNI AL dilepasliarkan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali dilepasliarkan di koordinat 8° 43' 22,854" LS 115° 10' 10,4196" BT pada Sabtu, (8/1/2022) lalu.

Dilangsir dari laman kkp, Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menjelaskan bahwa BPSPL Denpasar turut serta pula dalam pendampingan pemeriksaan kesehatan dan tindakan medis penyu hasil sitaan di Turtle Conservation and Education Center (TCEC), Serangan, Kota Denpasar sesuai dengan fungsinya dalam pelaksanaan konservasi habitat, jenis dan genetika ikan.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Operasi Pasar Minyak Goreng akan Terus Digencarkan di 27 kabupaten/kota Jabar

Dalam aksi penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh TNI AL Denpasar tersebut petugas mendapati 32 ekor penyu, 31 ekor dalam kondisi hidup dan 1 ekor telah berupa daging. Penyu-penyu tersebut kemudian direlokasi ke TCEC.

“Pemeriksaan kesehatan dan tindakan medis dilakukan oleh drh. I Wayan Yustisia dan drh. Ida Ayu Dian dari I Am Flying Vet 7/1. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa 29 ekor penyu terlihat aktif berenang dan memiliki nafsu makan yang baik sehingga direkomendasikan untuk dapat dilepaskan. Kecuali penyu dengan nomor tagging IDB1273 yang menunjukkan gangguan berenang (buoyancy) dan peradangan paru-paru. Dalam perkembangannya, penyu dengan tagging IDB1285 serta IDB1273 mati pada 6 dan 7 Januari 2022,” terang Yudi.

Baca Juga: Wagub Jabar Tinjau Vaksinasi Booster Lansia di Kota Bogor

Lebih lanjut Yudi mengungkapkan hasil nekropsi sementara menunjukkan penyu mati akibat penyumbatan pada pembuluh darah utama dikarenakan ditemukannya parasit. Selain itu, hasil nekropsi juga menunjukkan adanya peradangan pada beberapa lokasi di usus halus yang disertai nodul putih dan granuloma multifocal pada cranioventral paru-paru lobus kanan. Penyu yang mati lalu dikubur di halaman belakang TCEC.

Sementara itu Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari mengapresiasi sinergitas penanganannya sejak pemeriksaan awal hingga pelepasliaran dan menyampaikan pelepasliaran penyu dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat umum mengenai pentingnya melestarikan penyu.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Resmikan Ciguha River, Eks Pertambangan Liar Disulap Jadi Wisata Alam

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: kkp.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT RI Ke-77 Usung Konsep Sejarah Bangsa Indonesia

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:50 WIB
X