• Senin, 27 Juni 2022

Sejarah Baru! Sebelas Nama Perempuan Masuk di Susunan PBNU 2022-2027

- Minggu, 16 Januari 2022 | 10:05 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf  Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU (Nu Online)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU (Nu Online)

KETIKNEWS.ID.--Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 telah diumumkan. Terdapat sebelas nama perempuan yang masuk di dalam susunan kepengurusan selama lima tahun ke depan.

Komposisi pelibatan perempuan itu diungkapkan pula oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat mengumumkan susunan kepengurusan, di lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/1/2022) lalu seperti dilangsir drai laman NU online.

Baca Juga: Warga KBB Mau Nikah? Hengky Kurniawan Sediakan 3 Mobil Dinas untuk Pengantin Baru

“Baru kali ini, setelah 96 tahun usia NU menurut kalender masehi atau 99 tahun menurut kalender hijriah, kaum perempuan diakomodasi di dalam susunan pengurus harian PBNU,” kata Gus Yahya.

Kesebelas nama perempuan itu tersebar di beberapa bagian jajaran kepengurusan. Di jajaran mustasyar atau dewan penasihat terdapat tiga nama yakni Ny Hj Nafisah Sahal Mahfudz, Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Ny Hj Machfudhoh Aly Ubaid.
Di jajaran a’wan atau dewan pakar ada lima nama perempuan yakni Hj Nafisah Ali Maksum, Ny Hj Badriyah Fayumi, Ny Hj Ida Fatimah Zainal, Ny Hj Faizah Ali Sibromalisi, dan Ny Hj Masriyah Amva.

Baca Juga: JabArt Space 2 Pamerkan Produk Ekraf Jawa Barat Dengan Inspirasi Tradisi NTT
Sementara di jajaran pengurus harian tanfidziyah ada tiga nama perempuan yakni Ny Hj Khofifah Indar Parawansa dan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid sebagai ketua, serta Ai Rahmayanti di jajaran wakil sekretaris jenderal.


Ketua PBNU Alissa Wahid mengatakan bahwa sudah sejak lama, perempuan di lingkungan NU dan pesantren telah berperan aktif sebagai peran utama, tidak hanya sebatas sebagai peran pendamping.

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Jabar dan Satgas Citarum Harum Segel PT Sinerga Nusantara

“Peran perempuan di lingkungan pesantren dan NU itu tidak pernah perannya sebatas koncowingking (pendamping). Bu nyai itu mengelola pondok, punya pondok putri sendiri, punya pengajian sendiri, keluar-keluar. Bahkan sudah punya BKIA (balai kesejahteraan ibu dan anak), BMT (baitul maal wa tanwil). Semuanya sudah dijalankan,” kata Ketua PBNU Alissa Wahid.

Artinya, lanjut Alissa, peran perempuan di NU bukan hanya peran domestik tetapi juga memiliki peran di ruang-ruang publik.

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI Tetapak Vaksin Merah Putih Suci dan Halal

Senin, 27 Juni 2022 | 14:41 WIB
X