KETIKNEWS.ID, AS,-- Perkembangan jaringan 5G di Amerika Serikat (AS) ternyata menganggu penerbangan di negara tersebut. Setidaknya 300 penerbangan dari dan ke Amerika Serikat dibatalkan lantaran terganggu layanan sinyal komunikasi berkecepatan tinggi 5G itu.
"Sinyal 5G ini dapat mengakibatkan gangguan penerbangan secara besar-besaran," demikian dilaporkan Presenter Newsline Metro TV, kata Abdy Azwar Sahi, Rabu, 19 Januari 2022.
Baca Juga: LSPR Kerjasama dengan New York Film Academy, Memajukan Bidang komunikasi dan seni murni
Penyedia layanan telekomunikasi Amerika Serikat, AT&T dan Verizon, akhirnya menunda peluncuran layanan jaringan nirkabel baru di kawasan bandara. Ini dilakukan setelah sejumlah maskapai di Amerika Serikat mengajukan komplain.
Presiden Emirates, Tim Clark, menilai gangguan yang terjadi merupakan salah satu situasi paling melanggar dan tak bertanggung jawab, yang muncul karena kegagalan pemerintah, ilmu pengetahuan, dan industri telekomunikasi.
Baca Juga: Mengenal Yelena, Karakter dari Anime Attack on Titan yang Dijadikan Meme
Maskapai Jepang All Nippon Airways juga membatalkan 20 penerbangan mereka ke Chicago, Los Angeles, dan New York. Sementara itu, Japan Airlines mengatakan, delapan penerbangan mereka terganggu pada Rabu 19 Januari 2022.
Korean Air, Cathay Pacific, dan Austrian Airlines menuturkan mereka mengganti penerbangan dengan pesawat Boeing 777 ke jenis pesawat lain.
Sementara itu, penerbangan yang menggunakan pesawat jenis Airbus seperti maskapai Air France dan Aer Lingus dari Irlandia, tidak terpengaruh layanan 5G ini.
Jaringan seluler 5G telah digunakan di puluhan negara. Namun, jaringan 5G di AS menimbulkan kekhawatiran soal masalah bagi maskapai penerbangan.
Jaringan telekomunikasi AS, Verizon dan AT&T, menggunakan segmen spektrum radioa yang hampir mirip dengan yang digunakan oleh altimeter radio, perangkat yang mengukur ketinggian pesawat di atas tanah dan kerap membantu pilot mendarat dalam jarak pandang rendah.
Komisi Komunikasi Federal AS mengatakan penyangga antara frekuensi yang digunakan jaringan 5G tidak menimbulkan risiko bagi penerbangan. Namun, pejabat Adminsitrasi Penerbangan Federal AS melihat ada potensi masalah aviasi yang ditimbulkan layanan 5G. (tatan/ketiknews)
Artikel Terkait
Kominfo Tengah Mempersiapkan Layanan 5G Berkualitas
Demi Pecahkan Rekor, Seorang Wanita AS ini Punya Nama Depan Terdiri dari 1.019 Huruf
Benarkah Dampak Tren Jaringan 5G Akan Menghilangkan Jaringan 3G?
Transplantasi Jantung Babi di AS Digadang-gadang Akan Jadi Alternatif Kekurangan Donor Organ
Smartphone Vivo V23 5G Segera Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasinya