• Jumat, 12 Agustus 2022

Indonesia Tawarkan Motor Listrik dan Alumunium kepada Sri Lanka

- Jumat, 4 Februari 2022 | 15:54 WIB
Ilustrasi, Indonesia Tawarkan Motor Listrik dan Alumunium kepada Sri Lanka (Dok. baranenergy)
Ilustrasi, Indonesia Tawarkan Motor Listrik dan Alumunium kepada Sri Lanka (Dok. baranenergy)

KETIKNEWS.ID,-- Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa pada Rabu (02/02/2022), Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Gamini Lakshman Peiris.

Baca Juga: Gunakan Produk Buatan Indonesia dari Motor Hingga Helm, Menparekraf Dampingi Presiden Tinjau Danau Toba

“Salah satu potensi kerja sama ekonomi Indonesia dan Sri Lanka saat ini antara lain adalah pemasaran motor listrik Indonesia, mengingat Sri Lanka sedang gencar menggaungkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi serta ekonomi ramah lingkungan yang berkelanjutan," ungkap Dubes Dewi Tobing.

Duta Besar Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing membahas peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara. (Dok. KBRI Colombo)

Potensi lainnya yakni di bidang alumunium. Pada tahun 2021, impor Sri Lanka untuk aluminium mencapai sekitar US$ 427 juta. “Produk alumunium Indonesia saat ini sudah mulai dilirik oleh pasar Sri Lanka dan memiliki potensi yang cukup kuat untuk menjadi salah satu sumber peningkatan ekspor Indonesia ke Sri Lanka," jelas Dubes Dewi.

Baca Juga: Emil Dorong Komunitas Pengguna Motor Aktif Dalam Penanggulangan Bencana

Sri Lanka juga ingin menjadi bagian dari kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga selain sebagai pasar, kedepannya kerja sama akan dikembangkan dalam bentuk kemitraan maupun joint venture. Dari kerja sama tersebut, dapat didorong peningkatan ekspor Indonesia dalam bentuk intermediate goods atau semi-finished products untuk kebutuhan produksi industri Sri Lanka. Dalam hal ini, Indonesia dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh Sri Lanka sebagai hub maupun sebagai bagian dari perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia Selatan dan Tengah.

Impor Sri Lanka untuk aluminium mencapai sekitar US$ 427 juta (Dok. niumobilityindonesia)

Lebih lanjut, Dubes Dewi Tobing menyampaikan kesiapan Indonesia untuk peningkatan kerja sama di bidang komoditi perkebunan termasuk dalam pemenuhan kebutuhan minyak nabati. Indonesia siap berdiskusi untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi pengembangan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: kemlu.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Imbas Blokir Paypal Cs, Kominfo akan Digugat

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:44 WIB

Doni Salmanan Tipu 25.000 Orang untuk Daftar Quotex

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:17 WIB

7 Filosofi Logo HUT ke-77 RI 17 Agustus 2022

Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:54 WIB
X