• Selasa, 16 Agustus 2022

Sebanyak Empat Warga Gunung Kidul Luka-Luka dan 526 KK Terdampak Akibat Angin Kencang

- Rabu, 23 Februari 2022 | 11:42 WIB
Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari ini, Selasa (22/2), sekitar pukul 08.00 WIB (BNPB)
Rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin kencang di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari ini, Selasa (22/2), sekitar pukul 08.00 WIB (BNPB)

KETIKNEWS.ID,-- Angin kencang menyebabkan empat warga dan 526 keluarga terdampak. Fenomena tersebut menerjang wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari ini, Selasa (22/2), sekitar pukul 08.00 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan, Bencana ini berlangsung bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah Gunung Kidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan angin kencang dirasakan warga Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Kapanewon.

"Selain korban luka-luka, tercatat 2 KK yang mengungsi sementara waktu. BPBD belum merinci titik lokasi tempat warga mengungsi" ungkap Abdul.

Baca Juga: Puslabfor Turun Kumpulkan Barang Bukti Kebakaran Ponpes Tewaskan 8 Santri

Abdul menambahkan, Angin kencang juga menyebabkan kerusakan pada rumah sebanyak 526 unit, pabrik 1 unit, tempat ibadah 2 unit, balai dusun 1 unit, sedangkan fasilitas pendidikan terdampak 2 unit.

"Setelah angin kencang reda, personel BPBD dan unsur gabungan lain segera membantu warga untuk membersihkan puing-puing material rumah rusak. Warga bergotong royong untuk membantu warga yang terdampak bencana" jelas Abdul.

Di samping itu, BPBD memberikan bantuan logistik berupa makanan.

"Tercatat unsur gabungan dalam upaya penanganan darurat, antara lain dari BPBD, TNI, Polri, Palang Merah Indonesia, Tagana, komunitas relawan dan warga" ungkap Abdul.

Baca Juga: Sembuh dari COVID-19 dan hasil tes negatif, kapan status warna PeduliLindungi berubah?

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X