• Rabu, 5 Oktober 2022

Ketum PBNU Sebut Invasi Rusia ke Ukraina Pertaruhkan Tatanan Internasional

- Jumat, 25 Februari 2022 | 13:48 WIB
 Respons dari masyarakat dunia saat ini sangat diperlukan lantaran penyerangan oleh Rusia ke Ukraina (thetimes.co.uk) / NU online)
Respons dari masyarakat dunia saat ini sangat diperlukan lantaran penyerangan oleh Rusia ke Ukraina (thetimes.co.uk) / NU online)

KETIKNEWS.ID.--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf merespons konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Ia khawatir, invasi yang dilancarkan Rusia dapat mengancam keutuhan tata negara dunia saat ini.

"Kalau tidak direspons dengan tepat, itu akan berbahaya sekali bagi keutuhan tata negara dunia yang sekarang ini kita miliki,” kata tokoh yang akrab disapa Gus Yahya di gedung PBNU, Kamis (24/2/2022) sore seperti ketiknews kutip dari Nu online.

Ia menilai, hal tersebut merupakan tantangan besar bagi dunia internasional. Respons dari masyarakat dunia saat ini sangat diperlukan lantaran penyerangan oleh Rusia ke Ukraina berkaitan dengan ketahanan pondasi dari tata dunia yang sudah dibangun oleh masyarakat internasional sejak sesudah Perang Dunia II.

Baca Juga: Menteri Bintang Dukung Polri Memperkuat Penyidikan Berbasis Ilmiah pada Kasus Kekerasan Seksual

“Apakah tatanan dunia pasca perang dunia kedua ini bisa terus kita pertahankan, ini antara lain tergantung pada bagaimana respons masyarakat internasional terhadap apa yang sekarang terjadi di kedua negara tersebut,” terang kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Menurutnya, invasi yang dilancarkan Rusia itu juga bisa berdampak pada dunia Islam dalam hal-hal yang berkaitan dengan kemapanan perbatasan.

Ia menyebut, invasi Rusia ke Ukraina sebagai persoalan pelanggaran perbatasan negara, serupa dengan konstruksi lama yang diterapkan oleh berbagai negara sebelum Perang Dunia II.

Baca Juga: Kepala BNPB Perintahkan Tim Reaksi Cepat Menuju Lokasi Terdampak Pascagempa M6,1

“Ini adalah tantangan besar bagi dunia internasional dan saya kira seluruh dunia ini harus merespons,” terangnya.

Halaman:

Editor: Usamah Kustiawan

Sumber: NU Online

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X