• Selasa, 29 November 2022

Tiga Strategi Pertemuan G20, Untuk Penanganan Krisis Kesehatan Global

- Jumat, 4 Maret 2022 | 14:28 WIB
Pandemi Covid-19 telah berlangsung kurang lebih dua tahun (Dok. mohamad_bajang12)
Pandemi Covid-19 telah berlangsung kurang lebih dua tahun (Dok. mohamad_bajang12)

KETIKNEWS.ID,-- Pandemi Covid-19 telah berlangsung kurang lebih dua tahun. Berkaca dari kondisi ini, penanganan krisis kesehatan yang berdampak ke ekonomi dan sifatnya sistemik masih dilakukan secara soliter oleh masing-masing negara. Selain itu, fasilitas kesehatan serta akses terhadap vaksin dan alat-alat kesehatan juga masih belum merata. Hal ini tentu menjadi kendala dalam penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi secara global.

Baca Juga: Layanan Publik yang Wajibkan Syarat BPJS Kesehatan

“Ini adalah sebuah tantangan baru yang berkembang dengan proses pemulihan ekonomi yang tidak merata. Tidak meratanya karena masalah pandemi dan vaksinasi, juga karena tidak meratanya karena memang ada negara yang masih tertinggal dalam memulihkan ekonominya. Oleh karena itu, semangat kooperasi atau kerjasama ini menjadi sangat penting,” tutur Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers penutupan pertemuan pertama Finance Minister and Central Bank Governor (FMCBG) G20 di Jakarta.

Baca Juga: Menkes: Fasilitas Kesehatan Jelang Presidensi G20 Telah Siap

Salah satu pelajaran penting yang didapat dari pandemi Covid-19 adalah bahwa saat ini arsitektur kesehatan global lambat dalam merespon pandemi dan tidak siap untuk mencegah keadaan darurat kesehatan masyarakat di masa depan. Untuk itu, arsitektur kesehatan global menjadi salah satu agenda prioritas pada Presidensi G20 Indonesia yang bertemakan “Recover Together, Recover Stronger”.

Tiga Strategi Pertemuan G20 (Dok. abdilbarrr)

Prioritas kedua yang diusung oleh Indonesia dalam Presidensi G20 2022 adalah standardisasi protokol kesehatan global untuk seluruh negara di dunia. Hal ini bertujuan agar terdapat keseragaman di seluruh dunia terkait aturan PCR, karantina, dan protokol kesehatan lainnya.

“Harmonisasi standar protokol kesehatan global untuk membuka mobilitas antarnegara. Meskipun menimbulkan risiko, namun harmonisasi pedoman kesehatan dibutuhkan sejalan dengan konektivitas sistem kesehatan untuk perjalanan internasional,” ujar Menkeu.

Baca Juga: Peran Media untuk Amplifikasi Langkah Pemulihan Global oleh Presidensi G20 Indonesia

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Menkeu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkop UKM Pecat Dua ASN Pelaku Pemerkosaan Pegawai

Senin, 28 November 2022 | 14:35 WIB
X