• Rabu, 10 Agustus 2022

Subkultur La Sape di Kongo yang Menganut Paham Biar Miskin Harta Asal Tak mati Gaya

- Kamis, 17 Maret 2022 | 17:13 WIB
Subkultur La Sape di Kongo yang Menganut Paham Biar Miskin Harta Asal Tak mati Gaya (Facebook)
Subkultur La Sape di Kongo yang Menganut Paham Biar Miskin Harta Asal Tak mati Gaya (Facebook)

KETIKNEWS.ID,-- Jika bicara mengenai negara-negara di Afrika maka sebagian besar akan mengidentikkan denga kemiskinan dan kelaparan.

Namun di bagian Afrika Tengah yaitu Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo ada sebuah subkultur yang berlandaskan biar miskin harta asal tak mati gaya, Subkultur itu bernama La Sape.

Subkultur La Sape merupakan subkultur masyarakat penggila gaya hidup mahal dan boros.

Walaupun dengan permasalahan kemiskinan dan lingkungan mereka yang kumuh, jangan heran jika kita mengunjungi Kongo menemukan beberapa warga yang berpakaian mewah dan mencolok dan tentu saja itu baju mahal dan berkelas.

Baca Juga: Calon Jemaah Kini Dapat Daftar Haji Secara Online Lewat Aplikasi HajiPintar

Namun jangan bepikir bahwa mereka adalah orang kaya, karena mereka yang bergaya tersebut disebut Sapeur.

La Sape ini sebenarnya adalah orang-orang miskin dengan koleksi baju-baju branded seperti Louis Vuitton, Dolce & Gabbana, Gucci, Chanel, atau Givenchy.

Para penganut gaya hidup La Sape ini kebanyakan hiudup di ibukota mereka masing-masing, uniknya La Sape ini adalah orang normal jika kebutuhan utamanya adalah Primer - Sekunder - Tersier, maka berbeda dengan La Sape yaitu Tersier - Tersier - Primer.

Baca Juga: Waspada Penyakit Ginjal, Berikut Ciri dan Cara Pencegahannya

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB Puji Mesir Redakan Konflik Israel dan Gaza

Senin, 8 Agustus 2022 | 15:39 WIB

Korsel Ciptakan Tato Pemantau Kesehatan

Senin, 8 Agustus 2022 | 11:23 WIB
X