• Rabu, 5 Oktober 2022

Mengenal Lebih Dekat Piala MotoGP Mandalika Karya Pelaku Ekraf Bali

- Senin, 21 Maret 2022 | 10:42 WIB
MotoGP Mandalika 2022 menjadi ruang yang luas untuk memberi manfaat bagi masyarakat. (Dok.kemenparekraf)
MotoGP Mandalika 2022 menjadi ruang yang luas untuk memberi manfaat bagi masyarakat. (Dok.kemenparekraf)

KETIKNEWS,ID,-- Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2022) tidak sekadar pelaksanaan event sport tourism kelas dunia. Lebih dari itu, MotoGP Mandalika 2022 menjadi ruang yang luas untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Khususnya bagi pelaku UMKM dalam upaya kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya pelaku UMKM yang berkesempatan menampilkan produknya di ajang kelas dunia. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, dan lainnya.

Namun dari semua itu ada satu yang menarik perhatian. Adalah piala yang diserahkan kepada para pembalap peraih podium. Mulai dari nomor Asia Talent Cup (ATC), Moto3, Moto2, dan kelas paling bergengsi MotoGP.

Baca Juga: Presiden Apresiasi Masyarakat Hingga Penyelenggara MotoGP Mandalika 2022

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno bahkan berkesempatan menyerahkan langsung piala tersebut ke peraih podium 1 Moto2.

Mengenal Lebih Dekat Piala MotoGP Mandalika Karya Pelaku Ekraf Bali (Dok.kemenparekraf)

Piala-piala yang terinspirasi dari bentuk obor itu merupakan karya anak negeri, tepatnya pelaku ekonomi kreatif dari Tuksedo Studio, Gianyar, Bali. Tuksedo Studio sendiri lebih dikenal dalam kapasitasnya sebagai spesialis manufaktur mobil-mobil klasik yang dibuat secara handmade. Namun oleh ITDC, Tuksedo Studio dipercaya untuk merancang dan melakukan produksi piala Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika 2022).

Baca Juga: Fakta Mbak Rara Si Pawang Hujan Event MotoGP Mandalika, Punya Profesi Selain Pawang Hujan

Pihak Tuksedo Studio menjelaskan, desain piala tersebut terinspirasi dari “Obor” yang melambangkan menyalanya api kompetisi balap yang panas. Api itu sendiri juga selanjutnya menjadi simbol inspirasi dari bangkitnya perekonomian Indonesia. Sekaligus bukti bahwa Indonesia tidak hanya mampu mengadakan event berskala internasional hanya sekali dua kali, tapi juga sebagai negara yang memiliki kemampuan artistik dan produksi tahap dunia secara terus menerus.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X