• Sabtu, 1 Oktober 2022

Lewat IPU ke-144, Indonesia Tawarkan Jalan Tengah Sikapi Konflik Rusia-Ukraina

- Selasa, 22 Maret 2022 | 12:07 WIB
[Ilustrasi] Lewat IPU ke-144, Indonesia Tawarkan Jalan Tengah Sikapi Konflik Rusia-Ukraina. (Pixabay/ELG21)
[Ilustrasi] Lewat IPU ke-144, Indonesia Tawarkan Jalan Tengah Sikapi Konflik Rusia-Ukraina. (Pixabay/ELG21)

KETIKNEWS.ID,-- Berkaca dari perkembangan konflik Rusia-Ukraina, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menekankan peran Indonesia sebagai tuan rumah Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 yang menawarkan jalan tengah.

Yakni lewat respon secara sungguh-sungguh sekaligus berupaya untuk mencari jalan keluar agar konflik tersebut tidak berkepanjangan dan tidak menambah korban dari kedua belah pihak.

Indonesia yang menganut politik bebas aktif pun mengusulkan Emergency Item alias usulan agenda baru yang dianggap mendesak dan sangat penting untuk dibahas namun tidak tercantum dalam agenda yang telah ditetapkan sebelumnya dalam sidang perkumpulan parlemen sedunia tersebut.

Baca Juga: Setelah SoftBank Undur Diri, Indonesia Gaet Singapura Sebagai Investor IKN Nusantara

Dimana Emergency Item yang diusulkan Indonesia berjudul "The Role of Parliaments in Supporting a Peaceful Resolution to the Russian-Ukrainian Conflict."

Menurut Fadli Zon yang merupakan Anggota Committee on Democracy and Human Right IPU, Emergency Item yang diusulkan ialah bentuk partisipasi aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana yang diamanatkan konstitusi.

“Maka kami mengusulkan Emergency Item yang isinya antara lain menawarkan jalan tengah, pendekatan diplomasi yang melibatkan peran parlemen dalam mengatasi konflik Rusia-Ukraina,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/3/2022).

Baca Juga: Kisah Mengerikan Dibalik Boneka Teru Teru Bozu yang Dipercayai Anak-anak Jepang

Beberapa poin penting dalam Emergency Item yang diusulkan Indonesia adalah perlunya jalan tengah yang bisa diterima oleh semua pihak untuk mengatasi konflik Rusia-Ukraina.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Parlementaria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore! Masa Berlaku Paspor untuk WNI jadi 10 Tahun

Jumat, 30 September 2022 | 15:24 WIB

Akhir Proses Perkara Ferdy Sambo CS

Kamis, 29 September 2022 | 17:53 WIB
X