• Jumat, 19 Agustus 2022

Semakin Mencekam Krisis Ekonomi Sri Lanka

- Selasa, 5 April 2022 | 11:07 WIB
Masyarakat melancarkan protes karena kenaikan harga barang, kekurangan bahan pokok, dan pemadaman listrik bergilir. (Dok.roelraymond)
Masyarakat melancarkan protes karena kenaikan harga barang, kekurangan bahan pokok, dan pemadaman listrik bergilir. (Dok.roelraymond)

KETIKNEWS.ID,-- Sri Lanka saat ini berada dalam cengkeraman Krisis ekonomi berskala besar. Kenaikan harga dan krisis utang negara mengubah perekonomian jadi luar biasa suram.

Kekurangan pangan yang ekstrem, terpuruknya ekonomi Sri Lanka diakibatkan oleh kurangnya mata uang asing. Tanpa cadangan mata uang asing yang memadai, negara ini tidak dapat mengimpor bahan bakar, makanan, dan barang-barang penting lainnya.

Kekurangan pangan ekstrem pun turut terjadi karena bank-bank swasta kehabisan devisa untuk membiayai impor.

Baca Juga: Sri Lanka Krisis Keuangan, Jutaan Siswa Terancam Gagal Naik kelas

Terpuruknya ekonomi Sri Lanka diakibatkan oleh kurangnya cadangan mata uang asing yang memadai, sehingga negara Sri Lanka tidak dapat mengimpor bahan bakar, makanan, dan barang-barang penting lainnya.

Sri Lanka tengah dilanda krisis ekonomi yang memicu kericuhan di ibu kota. (Dok.roulraymond)

Selain itu Seluruh kabinet Sri Lanka selain Presiden Gotabaya Rajapaksa dan kakak laki-lakinya Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri dari jabatan mereka, Minggu (3/4). Sri Lanka tengah dilanda krisis ekonomi yang memicu kericuhan di ibu kota.

Baca Juga: Indonesia Tawarkan Motor Listrik dan Alumunium kepada Sri Lanka

Negara Asia Selatan itu menghadapi kekurangan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya yang parah sejak merdeka dari Inggris pada 1948.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apple Siap Rilis iPhone 14 Secara Daring

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:13 WIB

PBB Kunjungi Korsel Bahas Denuklirisasi Korut

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Zelensky akan Ikut KTT G20 di Bali jika Putin Hadir

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Latihan Perang China di Kawasan Taiwan Telah Berakhir

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:29 WIB
X