• Selasa, 16 Agustus 2022

Masalah LGBT Dalam Aturan Hukum di Indonesia

- Senin, 9 Mei 2022 | 14:55 WIB
bendera Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) (unsplash)
bendera Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) (unsplash)

Kelompok LGBT di bawah payung “Hak Asasi Manusia” meminta masyarakat dan Negara untuk mengakui keberadaan komunitas ini, bila kita melihat dari Konstitusi yakni dalam Pasal 28 J Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan sebagai berikut :

(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Baca Juga: Ketua MUI Heran dengan Deddy Corbuzier, Malah Undang Pasangan LGBT untuk Tampil di Saluran Youtubenya

Memang benar, setiap manusia mempunyai kebebasan masing–masing, tetapi jika ditelaah lebih dalam bahwa kebebasan yang dimiliki berbanding lurus dengan batasan yang harus dipenuhi pula, seperti apakah melanggar agama, kesusilaan, kepentingan umum, hingga keutuhan bangsa ?

Pada kenyataanya, dengan banyaknya yang memperbincangkan mengenai status kaum berbendera pelangi ini mengarahkan pada satu kesimpulan, masyarakat Indonesia merasa keamanan dan ketertiban mereka terancam.

Sebagaimana menurut UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada amendemen II sudah secara tegas memasukkan hak atas rasa aman ini di Pasal 28A-28I.

Baca Juga: Provokasi ke-15, Korea Utara Kembali Tembakan Rudal ke Arah Laut Timur

Indonesia pun sebagai negara berdaulat dan memiliki hukum sendiri sudah jelas tertera di Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mengenai Perkawinan bahwa "Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa."

Tujuan perkawinan salah satunya melestarikan umat manusia. Sangat kontras bila dibandingkan kaum LGBT yang penyuka sesama jenis.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: jdih.tanahlautkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berawal dari TikTok, Vishing jadi Skema Penipuan

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:37 WIB

WhatsApp Himbau agar Pakai Aplikasi Resmi

Jumat, 15 Juli 2022 | 15:28 WIB

Kemensos Cabut Izin PUB Yayasan ACT

Rabu, 6 Juli 2022 | 13:33 WIB

Berikut Gejala Positif Omicron BA.4 dan BA.5

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:12 WIB
X