• Minggu, 22 Mei 2022

Antisipasi Hepatitis Akut di Jabar, Ridwan Kamil: Jangan Panik, Pemerintah Siap Atasi

- Senin, 9 Mei 2022 | 18:18 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung, Senin (9/5/2022), guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar.  (ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar)
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung, Senin (9/5/2022), guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar. (ANTARA/HO-Humas Pemda Jabar)

KETIKNEWS.ID,-- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar.

"Saya laporkan di Jawa Barat belum ada (hepatitis akut), dan mudah-mudahan tidak ada. Masyarakat diimbau yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi COVID-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tenang saja, negara sudah siap untuk mengatasi jika ada (kasus)," kata Ridwan Kamil di RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

Baca Juga: Puncak Libur Lebaran, TWC Borobudur Dikunjungi 31.089 Wisatawan

Usai meninjau beberapa ruangan di RSHS, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya membentuk tim ahli dari kesehatan untuk mempersiapkan skenario terjitu apabila hepatitis akut sudah terbukti yang orisinal.

"Di Jawa Barat tim ahli sudah dibentuk bersama RSHS. Laboratorium disiapkan untuk mengecek apakah ini kategori hepatitis akut dan lain sebagainya. Saya cek sudah siap, bahkan teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki," imbuh Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Baca Juga: Prakerja Gelombang 28 Dibuka! Berikut Cara Pendaftarannya

Pemda Provinsi Jabar pun telah menyiapkan ruangan-ruangan di RSHS apabila ada yang suspek hepatitis akut. Penyakit ini menyasar bayi hingga remaja umur 16 tahun.

"Ruangan sudah disiapkan, jaga-jaga kalau ada di Jawa Barat. Dari catatan memang (hepatitis akut) terjadinya di usia bayi sampai 16 tahun. Namun kita belum mengetahui alasan sasaran di usia tersebut, tapi statisik menunjukkan itu," sebutnya.

"Untuk pencegahan hepatitis yang menular, kuncinya hidup sehat. Kalau penularan lewat pernapasan pakai masker, jaga jarak, kurangi kerumunan, dan jangan saling tukar alat makan. Kalau ada keluarga yang sakit jangan terlalu banyak berinteraksi," tambah Kang Emil.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belum Genap Dua Tahun, LunarSolar Resmi Bubar!

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:53 WIB

Cube Entertainment: CLC Resmi Bubar!

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:32 WIB

Bangga! Bandung Resmi Menjadi Kota Angklung

Minggu, 22 Mei 2022 | 12:27 WIB
X