• Senin, 5 Desember 2022

Kemenkes Gabungkan Riwayat Imunisasi Anak ke PeduliLindungi

- Kamis, 12 Mei 2022 | 17:39 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Temu Media Bulan Imunisasi Nasional Virtual di Toutube, Kamis (12/5). (Tangkapan layar)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Temu Media Bulan Imunisasi Nasional Virtual di Toutube, Kamis (12/5). (Tangkapan layar)

KETIKNEWS.ID,-- Kementerian Kesehatan RI akan menggabungkan sistem pencatatan riwayat imunisasi anak ke dalam aplikasi PeduLindungi.

Hal itu dilakukan untuk mempermudah penelusuran bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

"Biasanya data vaksinasi ditulis di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau kartu. Kadang hilang atau lupa," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Temu Media Bulan Imunisasi Nasional virtual di YouTube Kemenkes RI, Kamis (12/5).

Baca Juga: Kemenkes Aktifkan Lagi 300 Ribu Posyandu tuk Dukung BUlan Imunisasi Anak

Budi Gunadi mengatakan riwayat imunisasi kerap dibutuhkan oleh sejumlah pihak yang berkepentingan, salah satunya sebagai syarat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi di luar negeri membutuhkan sejarah vaksinasi calon mahasiswa sejak kecil, vaksinasi polio, difteri/tetanus dan lainnya. Akibatnya, masyarakat akan kesulitan belajar di luar negeri kalau kartunya sudah tidak ada," katanya.

Kemenkes berinisiatif mengadopsi sistem vaksinasi COVID-19 berbasis digital secara penuh untuk diterapkan pada pencatatan rekam jejak imunisasi pada anak. Sehingga, sertifikat vaksin dibuat digital dan ditaruh di aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Kemenkes Pastikan Penyakit Hepatitis Akut Tidak Akan Jadi Pandemi

"Kita ulangi sukses vaksinasi COVID-19 dengan cara meregister, mendaftarkan, dan menyimpan data vaksinasi individu secara digital," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkes Sebut Ribuan Anak Indonesia Terinfeksi HIV

Jumat, 2 Desember 2022 | 06:19 WIB
X