• Sabtu, 25 Juni 2022

Tidak Usah Panik, Kementan Pastikan Penanganan Penyakit Mulut-Kuku Sudah Berjalan Maksimal

- Jumat, 13 Mei 2022 | 16:50 WIB
Tidak Usah Panik, Kementan Pastikan Penanganan Penyakit Mulut-Kuku Sudah Berjalan Maksimal  (Foto: Istimewa)
Tidak Usah Panik, Kementan Pastikan Penanganan Penyakit Mulut-Kuku Sudah Berjalan Maksimal (Foto: Istimewa)

Memang, kata SYL, penyakit PMK adalah wabah yang memiliki tingkat penyebaran cepat karena prosesnya bisa menular melalui kontak langsung maupun udara. Tapi, PMK dipastikan tidak menular kepada manusia dan dagingnya masih bisa dikonsumsi asal melalui SOP yang benar.

"Karena itu kami berharap tidak ada kepanikan yang berlebihan karena insyaallah ini akan kita kendalikan secara maksimal. Apalagi PMK ini tidak menular kepada manusia dan daging hewan yang terpapar masih bisa dikonsumsi," katanya.

Baca Juga: Ketua GKSB Parlemen Indonesia-Palestina Kutuk Israel Bunuh Wartawan Al Jazeera

Mentan mengatakan, penanganan PMK juga terus digencarkan melalui pembentukan satgas dan gugus tugas. Mereka terdiri dari unsur kementerian, pemerintah daerah, TNI dan Polri. Semua bekerja sesuai arahan Presiden Jokowi.

"Dari beberapa pertemuan di lapangan baik dengan gubernur maupun bupati Jawa Timur dan Aceh sudah kita lakukan langkah. Diantaranya membentuk satgas dan gugus tugas, kemudian agenda sos atau darurat, langkah temporeri dan agenda recoveri atau pemulihan.

"Kita telah menemukan stereotipe yang ada dan kita akan menghadirkan vaksin dalam waktu yang sangat singkat. Vaksin yang akan kita pake vaksin Nasional tapi butuh waktu. Minimal dalam 14 hari ini kita ada vaksin yang dari luar negeri, selanjutnya akan kita produksi sendiri di Pusvetma, Surabaya" katanya.

 

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menegaskan bahwa penularan PMK hanya terjadi pada hewan ternak yang berkuku belah (rumenansia) seperti kambing, kerbau, sapi dan babi.

"Alhamdulillah semua sudah bekerja dengan penanganannya dan bila mau di makan dagingnya sudah ada SOPnya. Ribuan tenaga medik juga sudah ada di lapangan, sehingga kalau perlu dipotong paksa dapat didampingi tenaga medis. Semua dinas terkait, dinas perhubungan termasuk satgas pangan turun semua. Soal vaksin dalam waktu secepatnya bisa kita buat. instrumen, ahlinya, dan alatnya sudah ada di kita semua," tegasnya.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Pertanian.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres: Al-Azhar Benteng Keislaman Moderat

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:05 WIB
X