• Minggu, 22 Mei 2022

Konferensi KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Serukan untuk Hentikan Perang di Ukraina

- Minggu, 15 Mei 2022 | 07:00 WIB
Konferensi KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Serukan untuk Hentikan Perang di Ukraina. (setkab)
Konferensi KTT ASEAN-AS, Presiden Jokowi Serukan untuk Hentikan Perang di Ukraina. (setkab)

KETIKNEWS.ID,-- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina sekarang juga.

Hal ini ditegaskan Presiden pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (13/05/2022).

Menurut Presiden Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut, Kemenkes Lakukan Empat Langkah Penanganan

“Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi COVID-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga mengatakan bahwa perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” tegas Presiden.

Baca Juga: Jadwal, Format, dan Live Stream Mobile Legends SEA Games 2022 Vietnam

Pertumbuhan ekonomi, menurut Presiden Jokowi, juga memprihatinkan. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Dan Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Sekretariat Kabinet

Tags

Artikel Terkait

Terkini

I-Comerds, Aplikasi untuk Berantas Uang Palsu

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:49 WIB
X