• Minggu, 14 Agustus 2022

Umat Buddha Dilema dengan Harga untuk Naik Candi Borobudur

- Selasa, 7 Juni 2022 | 10:38 WIB
Bhiksu Sri Pannyavaro mengkritik wacana menaikkan harga tiket Candi Borobudur. Banyak umat Buddha tidak dapat naik ke candi karena harga tiket yang mahal.  (Pixabay.com/ Saesherra)
Bhiksu Sri Pannyavaro mengkritik wacana menaikkan harga tiket Candi Borobudur. Banyak umat Buddha tidak dapat naik ke candi karena harga tiket yang mahal. (Pixabay.com/ Saesherra)

KETIKNEWS,.ID,-- Kepala Wihara Mendut Biksu Sri Pannyavaro Mahathera mengatakan kebijakan kuota 1.200 orang per hari yang boleh naik ke Candi Borobudur memang perlu untuk penyelamatan candi. Akan tetapi, selayaknya tanpa harus membayar sangat mahal bagi rakyat kecil.

"Rakyat kecil (umat Buddha pedesaan cukup banyak) sampai meninggal pun tentu tidak akan mampu naik ke atas candi melakukan puja atau pradaksina karena harus membayar sangat mahal bagi mereka Rp750.000 per orang," ujar Pannyavaro, Senin (6/6/2022), dilansir dari Antara.

Harga dan kuota naik Candi Borobudur Berdasarkan hasil rapat koordinasi antar-kementerian/lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, diperlukan pembatasan kunjungan wisatawan yang akan naik bangunan Candi Borobudur.

Baca Juga: Polisi Amankan Senjata Api dan Bahan TNT di Jalan Asia Afrika, Bandung

Jadi, sistem kuota diterapkan dalam pembatasan kunjungan wisatawan yang akan naik bangunan Candi Borobudur.

Atas kebijakan kuota tersebut, nantinya ada aturan harga khusus. Untuk wisatawan nusantara sebesar Rp750.000, wisatawan mancanegara 100 dolar AS, dan untuk pelajar (grup study tour sekolah/bukan individual) Rp5.000.

Menurut Pannyavaro, kalau pada hari itu kuota sudah penuh, dimohon saja naik pada hari berikutnya atau hari yang lain.

Baca Juga: BRIN: Hari Raya Idul Adha 1443 H Kemungkinan Bakal Tak Sama

"Kalau pengunjung tidak mau atau tidak bisa naik pada hari lain, ya sudah! Apalagi pendaftaran bisa dilakukan melalui online," tutur Kepala Sangha Teravada Indonesia ini.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berawal dari TikTok, Vishing jadi Skema Penipuan

Senin, 8 Agustus 2022 | 17:37 WIB

WhatsApp Himbau agar Pakai Aplikasi Resmi

Jumat, 15 Juli 2022 | 15:28 WIB

Kemensos Cabut Izin PUB Yayasan ACT

Rabu, 6 Juli 2022 | 13:33 WIB

Berikut Gejala Positif Omicron BA.4 dan BA.5

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:12 WIB
X