• Minggu, 26 Juni 2022

Tanggapi SE Penghapusan Tenaga Honorer, Pemkot Bandung: 18 Ribu Pegawai Non-ASN Akan Dikaji Dulu

- Rabu, 8 Juni 2022 | 11:31 WIB
Tanggapi SE Penghapusan Tenaga Honorer, Pemkot Bandung: 18 Ribu Pegawai Non-ASN Akan Dikaji Dulu. (bandung.go.id)
Tanggapi SE Penghapusan Tenaga Honorer, Pemkot Bandung: 18 Ribu Pegawai Non-ASN Akan Dikaji Dulu. (bandung.go.id)

KETIKNEWS.ID,-- Menanggapi surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengenai penghapusan tenaga honorer pada 2023, Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menganalisis beban kerja bagi 18.000 pegawai non-ASN.

Ia berharap apapun hasil analisis yang nantinya akan menjadi kebijakan Pemkot Bandung tak akan mengganggu pelayanan publik.

"Output keputusan yang dihasilkan oleh Pemkot Bandung harapannya tidak akan mengganggu pelayanan publik pada masyarakat. Maka dari itu kami akan kaji jumlah beban kerja para non-ASN ini terlebih dahulu," ucap Yana pada Selasa, 7 Juni 2022 saat ditemui di Pendopo Kota Bandung.

Baca Juga: Masalah Kelangkaan dan Kemahalan Harga Minyak Goreng, Mulyanto: Luhut Jangan Obral Janji

Serupa dengan Yana, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, ada beberapa langkah yang dilakukan Pemkot Bandung dalam memetakan jumlah non-ASN yang ada di Kota Bandung.

"Jumlah non-ASN kita ada 18.000. Dari sini kita petakan posisi yang harusnya itu dikerjakan ASN, tapi saat ini dipegang non-ASN ada 7.900 orang. Lalu, yang mengisi pekerjaan outsourcing itu 1.500-an orang, dan pekerjaan yang sifatnya klerikal ada 8.800 orang," jelas Adi.

Ia menambahkan, terutama untuk 7.900 non-ASN ini harus dicek ulang kinerjanya. Hal itu untuk mengetahui kesesuaian dengan kebutuhan analisis beban kerja di Pemkot Bandung.

Baca Juga: Besok! The Nusa Dua Bali Siap Jamu Peserta Vespa World Day 2022

"Ini harus secara bertahap kita lakukan karena kita deal with people. Mereka pasti ada keingan dan harapan. Kalau untuk klerikal, sangat mungkin mereka dialihkan ke outsourcing. Tapi tetap kita lihat budget dulu," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Besar Akibat Sesar Baribis Ancam Jakarta

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:27 WIB

Anies Baswedan: Grand Launching JIS Juli 2022

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:16 WIB
X