• Jumat, 19 Agustus 2022

Panduan Pengisian e-HAC di Aplikasi PeduliLindungi Bagi Penumpang Pesawat

- Jumat, 10 Juni 2022 | 16:32 WIB
Mengacu SE 56 2022, pelaku perjalanan wajib mengisi data electronic Health Alert Card atau e-HAC.  (Ridwan Alawi/Ketik News)
Mengacu SE 56 2022, pelaku perjalanan wajib mengisi data electronic Health Alert Card atau e-HAC. (Ridwan Alawi/Ketik News)

KETIKNEWS.ID,-- Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri, yakni SE 56 Tahun 2022 untuk transportasi udara, pada 18 Mei 2022 lalu.

Surat Edaran tersebut berlaku selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seluruh Indonesia hingga 7 Juli 2022.

Mengacu SE 56 Tahun 2022, bagi pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara dari dan ke daerah di seluruh Indonesia, pengisian electronic Health Alert Card atau e-HAC menjadi syarat perjalanan.

Mulai 5 April 2020, mengisi e-HAC menjadi syarat yang harus para penumpang lakukan yang naik pesawat.

Nantinya, petugas bandara akan memeriksa kelayakan perjalanan melalui e-HAC yang telah para penumpang isi sehari sebelum tanggal keberangkatan atau sebelum melakukan check-in.

Baca Juga: Update Syarat Naik Pesawat Dalam dan Luar Negeri, Tak Perlu PCR dan Antigen

Panduan mengisi e-HAC di aplikasi PeduliLindungi bagi penumpang pesawat:

  • Unduh aplikasi PeduliLindungi versi terbaru;
  • Buat akun baru atau log in bila telah memiliki akun PeduliLindungi;
  • Pilih fitur "e-HAC", lalu pilih "Buat e-HAC"
  • Pilih "Domestik" untuk pelaku perjalanan dalam negeri
  • Pilih sarana perjalanan "Udara"
  • Pilih tanggal dan isi nomor penerbangan
  • Jika nomor penerbangan tidak ditemukan, isi data penerbangan secara manual dengan memilih nama maskapai, bandara keberangkatan dan tujuan
  • Pastikan informasi sesuai, lalu klik "Lanjutkan"
  • Isi "Data Personal", dapat diisi maksimal 4 orang sekaligus
  • Selanjutnya Anda dapat mengecek kelayakan terbang. Bila dinyatakan "layak untuk terbang", pilih simpan informasi yang telah Anda isi sebelumnya.
  • Setelah itu, pilih "Konfirmasi" dan selesai

Bila pelaku perjalanan mendapatkan status "tidak layak terbang", validasi manual bisa dilakukan dengan menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil tes antigen atau RT-PCR di PeduliLindungi atau dokumen fisik ke petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

(Ridwan Alawi/ketiknews)

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Berencana akan Naikan Harga Pertalite

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:33 WIB

HUT RI Ke-77 Usung Konsep Sejarah Bangsa Indonesia

Senin, 15 Agustus 2022 | 10:50 WIB
X