• Minggu, 26 Juni 2022

Tak Hanya Eratkan ‘Bonding’ Ibu-Anak, Puan Maharani Sebut Cuti Melahirkan 6 Bulan Bisa Cegah Stunting

- Senin, 20 Juni 2022 | 17:26 WIB
Ketua DPR Puan Maharani mendorong usulan cuti hamil dalam RUU KIA menjadi 6 bulan.
Ketua DPR Puan Maharani mendorong usulan cuti hamil dalam RUU KIA menjadi 6 bulan.

KETIKNEWS.ID,-- Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap pentingnya Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA).

Baginya, RUU ini perlu diperjuangkan. Pasalnya, RUU KIA bisa memaksimalkan tumbuh kembang anak, sehingga permasalahan seperti stunting (gizi kronis) dapat dicegah.

RUU KIA, jelas Puan, dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul.

Sebagai RUU yang masuk dalam Prolegnas 2022 itu, RUU KIA dinilai vital untuk menyongsong generasi emas Indonesia.

Baca Juga: DPR Berharap Menteri ATR-Kepala BPN Baru Dapat Berantas Habis Mafia Tanah

“Di DPR RI kami sedang memperjuangkan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak, yang mana nantinya ibu bekerja yang melahirkan itu cutinya Insyaallah dari 3 bulan jadi 6 bulan,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin, (20/6/2022).

Puan mengungkapkan hal itu saat menghadiri acara Gebyar Inovasi Pelayanan Kesehatan Rakyat di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6/2022) lalu. Puan memberikan penyuluhan kepada ratusan ibu hamil dan calon pengantin.

Selain itu, Puan menerangkan RUU KIA menitikberatkan pada masa pertumbuhan emas anak (golden age) di mana berkaitan dengan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) penentu masa depan anak.

Oleh karena itu, dirinya menekankan pentingnya penyelenggaraan kesejahteraan ibu dan anak secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Parlementaria

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres: Al-Azhar Benteng Keislaman Moderat

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:05 WIB
X