• Sabtu, 1 Oktober 2022

Kemensos Cabut Izin PUB Yayasan ACT

- Rabu, 6 Juli 2022 | 13:33 WIB
Kemensos mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tahun 2022 karena dugaan korupsi. (Tangkapan layar/ACT)
Kemensos mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) tahun 2022 karena dugaan korupsi. (Tangkapan layar/ACT)

KETIKNEWS.ID,-- Kementerian Sosial mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang telah diberikan kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tahun 2022.

Pencabutan izin PUB tersebut dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh pihak yayasan ACT.

Keputusan tersebut dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim, Muhadjir Effendi.

Baca Juga: Tanggapi Isu ACT, Mahfud MD: Harus Diproses Hukum Jika Terbukti Menyelewengkan Dana Kemanusiaan

“Jadi alasan kita mencabut dengan pertimbangan karena adanya indikasi pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Sosial sampai nanti menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal baru akan ada ketentuan sanksi lebih lanjut”, kata Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi di kantor Kemensos, Selasa (5/7).

Berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan berbunyi “Pembiayaan usaha pengumpulan sumbangan sebanyak-banyaknya 10 persen dari hasil pengumpulan sumbangan yang bersangkutan."

Sedangkan dari hasil klarifikasi, Presiden ACT lbnu Khajar mengatakan bahwa menggunakan rata-rata 13,7 persen dari dana hasil pengumpulan uang atau barang dari masyarakat sebagai dana operasional yayasan.

Baca Juga: Ramai Isu Penyelewengan Dana Umat, Presiden ACT: Kami Telah Memangkas Gaji para Petinggi

Angka 13,7 persen tersebut tidak sesuai dengan ketentuan batasan maksimal 10 persen.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X