MUI Turun Tangan Dalami Ajaran Dewa Matahari di Banten

- Rabu, 13 Juli 2022 | 11:49 WIB
Ilustrasi Ajaran Dewa Matahari yang meresahkan masyarakat Banten (Unsplash /  Constant Loubier)
Ilustrasi Ajaran Dewa Matahari yang meresahkan masyarakat Banten (Unsplash / Constant Loubier)

KETIKNEWS.ID,-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendalami dugaan penyebaran ajaran dewa matahari yang dianggap meresahkan masyarakat di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

"Kami akan membahas masalah ajaran yang disebarkan Natrom (62), warga Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, yang mengaku sebagai dewa matahari," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak K.H. Ahmad Hudori saat dihubungi di Lebak, Rabu (13/7/2022), melansir Antara.

Jika paham tersebut terbukti dilakukan oleh Natrom, maka menurut Hudori hal itu masuk dalam kategori aliran menyimpang dari ajaran Islam. Apabila, ajaran itu dicampur adukkan dengan kepercayaan Islam, maka itu tergolong aliran sesat.

Baca Juga: Masih di Bawah Standar WHO, Pemerintah Akan Tingkatkan Jumlah Dokter di Indonesia

Oleh karena itu, MUI Kabupaten Lebak akan mendalami kebenaran informasi tersebut dengan berkoordinasi bersama kepolisian.

Awalnya, ajaran itu diduga disebarkan oleh Natrom, pria asal Bekasi, Jawa Barat, yang membeli tanah di Desa Sawarna Bayah, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan informasi, Natrom diduga menyebarkan ajaran dewa matahari dan warga dilarang salat serta tidak boleh mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Dengan adanya informasi tersebut, warga setempat kemudian membawa Natrom ke Polsek Bayah. Hal itu dilakukan supaya tidak dia tidak diamuk massa karena informasi tersebut sudah berkembang di masyarakat.

Baca Juga: Donald Trump Serang Balik Elon Musk Di Media Sosial

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pejabat vs Legenda Bulu Tangkis di Porseni NU

Sabtu, 21 Januari 2023 | 16:50 WIB
X