• Rabu, 5 Oktober 2022

Buntut Konflik Rusia Ukraina, Jokowi Ramal 800 Juta Orang Bakal Kelaparan

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 12:12 WIB
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden, K.H. Ma'ruf Amin menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka, di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin 1 Agustus 2022. (Foto: Humas Setkab/Oji)
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden, K.H. Ma'ruf Amin menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka, di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin 1 Agustus 2022. (Foto: Humas Setkab/Oji)

KETIKNEWS.ID,-- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan dalam tempo enam bulan ke depan diperkirakan akan ada 800 juta orang di dunia mengalami kelaparan akut. Jumlah ini kurang lebih setara dengan tiga kali lipat penduduk Indonesia.

Hal itu sebagai buntut perang antara Rusia dengan Ukraina yang tak kunjung menemui titik akhir. Perang tersebut membuat pasokan gandum sebagai salah satu bahan pangan utama dunia mengalami kelangkaan.

Jokowi menceritakan bahwa hasil pertemuannya dengan kedua pimpinan negara yang saling berperang itu beberapa waktu lalu, mengungkap ada sebanyak 207 juta ton pasokan gandum tertahan imbas perang Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Rayakan Agustusan, Berikut Aturan Lengkap untuk Peringati HUT ke-77 Republik Indonesia 2022

“Saya bicara 1,5 jam dengan Presiden Zelensky lalu pindah ke Moskow ketemu Presiden Putin. Dia cerita juga ke saya ada stok gandum di Rusia 130 juta ton, berarti di Ukraina plus Rusia jumlah stok gandumnya ada 207 juta ton, bukan 207 ton tapi 207 juta ton. Inilah yang menyebabkan 333 juta orang kelaparan dan mungkin 6 bulan lagi 800 juta orang akan kelaparan akut karena tidak ada yang dimakan, sekali lagi," kata Jokowi dalam acara "Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka" di halaman Istana Merdeka Jakarta, Senin (1/8/2022), dikutip Antara.

Menurut Jokowi, perang Rusia-Ukraina menjadi pukulan bagi dunia setelah dihantam pandemi COVID-19. Di saat dunia tengah menghadapi pemulihan imbas pandemi, tak lama perang tersebut kemudian berkecamuk. Negara-negara di dunia kembali mengalami masalah yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

"Baru akan melakukan pemulihan tapi muncul sesuatu yang dadakan yang tidak kita perkirakan sebelumnya, sakitnya belum sembuh, muncul yang namanya perang di Ukraina sehingga semuanya menjadi bertubi-tubi, menyulitkan hampir semua negara, semua negara berada dalam posisi yang sangat sulit," ungkapnya.

Baca Juga: AS Berhasil Bunuh Pemimpin Al Qaeda dengan Serang Drone

Jokowi diketahui bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv pada 29 Juni 2022. Kemudian dia juga bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin pada 30 Juni 2022. (Tatan/Ketiknews.id)

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X