• Minggu, 14 Agustus 2022

Deklarasikan Darurat Kesehatan, AS Catat 6.600 Kasus Cacar Monyet di Negaranya

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat darurat kesehatan akibat cacar monyet. (Pixabay.com / TheDigitalArtist)
Ilustrasi Amerika Serikat darurat kesehatan akibat cacar monyet. (Pixabay.com / TheDigitalArtist)

KETIKNEWS.ID,-- Amerika Serikat mendeklarasikan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat setelah wabah tersebut di Negeri Paman Sam tercatat mencapai 6.600 kasus, pada Kamis (4/8).

"Kami siap mengambil tanggapan kami ke tingkat berikutnya dalam mengatasi virus ini, dan kami mendesak setiap orang AS untuk menganggap cacar monyet dengan serius dan bertanggung jawab membantu kami mengatasi virus," ujar sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS, Xavier Becerra, dikutip AFP.

Para ahli meyakini jumlah kasus sebenarnya jauh lebih tinggi karena gejala bisa saja tak terdeteksi. Sekitar 99 persen kasus cacar monyet di AS menginfeksi laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki. Mereka pun menjadi target kelompok prioritas yang divaksinasi.

Baca Juga: Luncurkan Rudal Saat Gelar Latihan Militer, Taiwan Sebut China Tetangga Jahat

AS sejauh ini telah mengirimkan sekitar 600 ribu vaksin JYNNEOS untuk mencegah cacar monyet. Namun, angka tersebut masih tergolong rendah jika dibanding jumlah orang yang dinilai berisiko tinggi dan paling membutuhkan vaksin.

Sementara itu, komisaris Administrasi Makanan dan Obat-Obatan AS, Robert Califf, mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah yang memungkinkan dokter mengelola lima dosis vaksin berdasarkan satu dosis botol yang ada.

Vaksin saat ini diberikan dengan cara disuntik di bagian subkutan atau lapisan kulit yang berada di bawah dermis. Sementara pendekatan terbaru memungkinkan inokulasi dilakukan secara intradermal atau menyuntik ke dalam dermis.

Baca Juga: Pengorbit Bulan Pertama Korea Selatan 'Danuri' Resmi Diluncurkan

"Pada dasarnya menusukkan jarum ke dalam kulit dan membuat kantong kecil yang bisa membuat vaksin masuk. Jadi ini bukan hal luar biasa," kata Califf.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: AFP

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBB Kunjungi Korsel Bahas Denuklirisasi Korut

Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Zelensky akan Ikut KTT G20 di Bali jika Putin Hadir

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:43 WIB

Latihan Perang China di Kawasan Taiwan Telah Berakhir

Kamis, 11 Agustus 2022 | 13:29 WIB
X