• Kamis, 29 September 2022

Imbas Blokir Paypal Cs, Kominfo akan Digugat

- Senin, 8 Agustus 2022 | 17:44 WIB
Kominfo digugat karena memblokir sejumlah platform media (Instagram / @kemenkinfo)
Kominfo digugat karena memblokir sejumlah platform media (Instagram / @kemenkinfo)

KETIKNEWS.ID,-- Pemblokiran terhadap sejumlah layanan platform Paypal hingga Steam oleh Kominfo berujung pada rencana gugatan. Pemerintah melalui Kominfo diketahui sempat memblokir sejumlah platform digital usai memberlakukan kewajiban pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan masyarakat berencana untuk melayangkan gugatan terhadap Menkominfo Johnny G Plate atas pemblokiran tersebut. LBH Jakarta sebelumnya sempat membuka posko pengaduan bagi masyarakat umum yang merasa dirugikan atas pemblokiran sejumlah layanan digital oleh Kominfo tersebut.

“LBH Jakarta mengajak kepada seluruh konten kreator, digital developer dan berbagai pihak yang dirugikan akibat Permenkominfo No 5/2020 untuk mengadukan kerugian-kerugian yang dialami termasuk represi kebebasan di ranah digital akbat kebijakan ini ke Posko Pengaduan #SaveDigitalFreedom LBH Jakarta di Jalan Diponegoro No 74 Menteng, Jakarta Pusat. Atau email ke pengaduan@bantuanhukum.or.id,” tulis akun Instagram resmi LBH Jakarta.

Baca Juga: Berawal dari TikTok, Vishing jadi Skema Penipuan

Direktur LBH Jakarta, Arif Maulana menerangkan, total terdapat 213 pengaduan masuk masyarakat yang masuk selama tujuh hari Pos Pengaduan dibuka terhitung sejak 30 Juli 2022. Pengaduan masuk paling banyak pada 31 Juli 2022 (75 pengaduan) dan 1 Agustus 2022 (62 pengaduan). Pengadu terdiri dari 211 individu dan 2 Perusahaan dengan bidang pekerjaan beragam mulai dari yang terbanyak adalah freelancer (48 persen), karyawan swasta (14 persen), developer (12 persen), mahasiswa/ pelajar (12 persen) hingga lainnya seperti dosen, musisi dan entrepreneur.

“Dari 213 pengaduan masuk tersebut, 194 pengadu menjelaskan permasalahan dampak kebijakan, Sedangkan 18 sisanya berupa dukungan, protes kebijakan hingga pertanyaan hukum. Hanya 62 Pengadu yang melampirkan bukti kerugian di mana total kerugian diestimasikan mencapai Rp 1.556.840.000,-. Adapun masalah yang paling banyak diadukan terkait dampak pemblokiran Paypal yang mencapai 64 persen,” ujar Arif ketika dikonfirmasi, Senin (8/8/2022).

Pola permasalahan yang diadukan masih pertama, hilangnya akses terhadap layanan-layanan yang berhak didapatkan Pengadu dengan berbayar pada situs-situs yang diblokir seperti Steam, Epic dan beberapa situs lainnya. Kedua, hilangnya penghasilan. Tidak dapat diaksesnya Steam, Epic dan lainnya misalnya, menghilangkan penghasilan Pengadu yang menggunakan layanan tersebut untuk mendapatkan penghasilan seperti atlet esports hingga developer.

Baca Juga: Jelang Peluncuran Single BLACKPINK 'Pink Venom', YG Entertainment Rilis Pernyataan Resmi

Selain itu pemblokiran Paypal juga mengganggu sistem transaksi dan pencairan dana pendapatan banyak freelancer dan pekerja kreatif. Ketiga, hilangnya pekerjaan. Diblokirnya Paypal dalam beberapa waktu lalu telah mengakibatkan banyak pengadu kehilangan klien dan gagal melakukan kesepakatan kerja. Keempat, pengadu yang mengalami doxing akibat menyampaikan protes dan penolakan terhadap pemblokiran dan pemberlakuan Permenkominfo No 5/2020.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Proses Perkara Ferdy Sambo CS

Kamis, 29 September 2022 | 17:53 WIB
X