• Kamis, 29 September 2022

China Deteksi Virus Baru Langya yang Bisa jadi Pemicu Gagal Ginjal

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:25 WIB
Ilustrasi virus baru dari China 'Langyan'. (Instagram / @wlos_13)
Ilustrasi virus baru dari China 'Langyan'. (Instagram / @wlos_13)

KETIKNEWS.ID,-- Novel Langya henipavirus (LayV) yang pertama kali terdeteksi di provinsi timur laut Shandong dan Henan, China pada akhir 2018, kini menginfeksi 35 orang.

Dilansir dari Live Mint, beberapa pasien yang terinfeksi virus LayV ini mengalami demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala, dan muntah.

Bahkan, disebut bisa sebabkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati, dan gagal ginjal.

Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan saat ini sedang membangun metode pengujian asam nukleat untuk mengidentifikasi dan memeriksa penyebaran virus.

Baca Juga: Imbau Waspada, Menkes: Virus Cacar Monyet Monkeypox Menular Setelah Bergejala

“Virus Langya adalah virus yang baru terdeteksi dan oleh karena itu, laboratorium Taiwan akan memerlukan metode pengujian asam nukleat standar untuk mengidentifikasi virus, sehingga infeksi pada manusia dapat dipantau, jika diperlukan,” ujar Wakil Direktur Jenderal CDC Taiwan Chuang Jen-hsiang.

Dilansir dari The Guardian, virus itu kemungkinan ditularkan dari hewan ke manusia. Dari total 262 tikus yang diuji, para peneliti menemukan RNA virus LayV di lebih dari seperempatnya.

Ini menunjukkan, bahwa tikus tersebut mungkin merupakan reservoir alami. Virus ini juga terdeteksi pada 2% kambing domestik dan 5% anjing.

Hingga saat ini, tidak ada kematian akibat virus LayV. Masih belum jelas apakah virus tersebut dapat ditularkan antar manusia.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gila! NASA akan Uji Coba Ketahanan Planet Bumi

Selasa, 27 September 2022 | 11:53 WIB
X