• Kamis, 29 September 2022

Permintaan Data ke Google Hingga Facebook dari Berbagai Negara Meningkat Drastis

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:04 WIB
Ilustrasi Permintaan data oleh sejumlah negara. (Unsplash / CDC)
Ilustrasi Permintaan data oleh sejumlah negara. (Unsplash / CDC)

KETIKNEWS.ID,-- Pengawasan global pada 2020 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah di berbagai negara meminta hampir 40% lebih banyak data pengguna dari Apple, Google, Facebook, dan Microsoft.

Menurut laporan dari perusahaan privasi Surfshark, Amerika Serikat (AS) menduduki puncak daftar, dengan hampir dua juta permintaan data pengguna sejak 2013.

AS meminta 469.000 data pengguna pada 2022 saja. Ini mewakili lebih dari 585 akun pengguna per 100.000 penduduk.

Baca Juga: Elon Musk Sebut Perselingkuhan dengan Istri Pendiri Google adalah Fitnah

Disusul kemudian, Jerman dengan 489 permintaan per 100.000 penduduk dan Inggris 486 permintaan per 100.000 penduduk.

"Pertumbuhan besar-besaran kejahatan online pada tahun 2020 berjalan seiring dengan peningkatan permintaan data yang diterima perusahaan-perusahaan Teknologi Besar," ujar peneliti utama Surfshark, Agneska Sablovskaja, dilansir dari Forbes.

Secara global, permintaan data pengguna untuk pengawasan pemerintah naik mengejutkan pada tahun pertama pandemi Covid-19. Ini dapat dikaitkan dengan segala sesuatu yang bergerak secara online, termasuk kejahatan.

Rerata perusahaan memenuhi 70% permintaan data pengguna antara 2013 dan 2020. Apple mengungkap data pengguna tertinggi sejak 2016 atau 85% dari total permintaan.

Baca Juga: Kemenkes dan Google Cloud Platform Indonesia Kerja Sama Kembangkan Layanan Kesehatan Berbasis Teknologi

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gila! NASA akan Uji Coba Ketahanan Planet Bumi

Selasa, 27 September 2022 | 11:53 WIB
X