• Kamis, 29 September 2022

UIN Sunan Gunung Djati Bandung Duduki Peringkat Pertama Webometrics di PTKN se-Indonesia

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:33 WIB
UIN SGD Bandung menjadi PTKN peringkat pertama versi Webometrics
UIN SGD Bandung menjadi PTKN peringkat pertama versi Webometrics

KETIKNEWS.ID,-- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali bertengger di peringkat pertama webometrics di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia.

Webometrics merupakan salah satu perangkat untuk memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh perguruan tinggi terbaik di dunia.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Mahmud MSI CSEE mengatakan, peringkat webometrics UIN Bandung terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada Januari 2020, berada di peringkat ke-54 di antara perguruan tinggi se-Indonesia dan posisi ke-5 di PTKN. Pada 2021 menempati posisi ke-36 dan pertama di PTKN.

Baca Juga: Harga Mahasiswa, Berikut 3 Jajanan Wajib Saat Berkuliah di UIN Bandung

"Alhamdulillah, ini menjadi kado terindah di tengah ikhtiar rekognisi internasional. Kita masih menduduki posisi tertinggi di lingkungan PTKN. Secara nasional menduduki posisi ke-23. Ini semua terjadi atas kesadaran dan dukungan semua civitas akademika dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berbasis web, peningkatan publikasi ilmiah baik yang terakreditasi nasional maupun bereputasi internasional,” ujar Mahmud, Rabu (10/8/2022).

Rektor UIN Bandung menambahkan, pencapaian ini berkat hasil kerja sama dan sama-sama bekerja semua pihak di lingkungan UIN SGD Bandung.

"Mudah-mudahan ikhtiar meningkatkan marwah kampus tercinta ini terus mendapatkan dukungan dari civitas akademika. Bukan cuma saat ini, tetapi juga dimasa yang akan datang. Kita semua tetap disiplin dengan merujuk pada regulasi atau kebijakan yang sudah dicanangkan agar aman, nyaman, bermutu dan berkelas," jelasnya.

Baca Juga: Patut Dicoba, Ini 5 Rekomendasi Jajanan Favorit ala Mahasiswa UIN Bandung

Sebagaimana diketahui, perolehan peringkat webometrics itu didasarkan atas tiga indikator. Pertama, impact (50%), dinilai dari kinerja website dalam jumlah tautan/link (backlink/domain refferal) website.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akhir Proses Perkara Ferdy Sambo CS

Kamis, 29 September 2022 | 17:53 WIB
X