• Sabtu, 1 Oktober 2022

Beda dengan Mentan, Mendag Anggap Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:37 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membantah kabar yang mengatakan harga mi instan akan naik tiga kali lipat. (instagram / @zul.hasan)
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membantah kabar yang mengatakan harga mi instan akan naik tiga kali lipat. (instagram / @zul.hasan)

KETIKNEWS.ID,-- Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan harga mi instan tidak akan naik tiga kali lipat meski stok gandum di dunia berkurang.

"Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen," ujar Zulhas usai meninjau harga kebutuhan pangan di Pasar Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (11/8/2022), dilansir dari Antara.

Selain itu, Zulhas juga mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu ke Rusia telah mempengaruhi terhadap pasokan dan ketersediaan gandum di Indonesia.

Baca Juga: Mentan Ingatkan Harga Mie Instan Bisa saja Naik 3 Kali Lipat

"Presiden pergi ke Rusia dan ternyata berhasil, gandum bebas sekarang. Jadi pasar gandum akan dibanjiri oleh Ukraina. Kemudian Australia panennya berhasil, Kanada berhasil, Amerika berhasil. Justru menurut saya, gandum pada September akan turun harganya, trennya akan turun. Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya. Sehingga, inflasi kita 4%, 5 % jadi naiknya segitu, tetapi cenderung September akan turun," tutur Mendag.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut, harga mi instan akan naik tiga kali lipat karena invasi Rusia ke Ukraina. Sebab, invasi Rusia ke Ukraina membuat ratusan ton gandum tidak bisa diekspor.

“Belum selesai climate change (perubahan iklim), kita dihadapkan pada Perang Ukraina dan Rusia, di mana disana gandum tertimbun, sekarang 180 juta ton. Jadi, hati-hati yang makan mi, banyak dari gandum. Besok harganya 3 kali lipat itu. Saya bicara ekstrem saja nih,” ucapnya dalam Webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global.

Baca Juga: Jokowi dan Putin akan Bertemu di Moskow untuk Bicarakan Ukraina dan Gandum

Kini, harga gandum sebagai bahan baku mi ‘meroket’. Padahal, Indonesia masih mengimpor gandum untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hore! Masa Berlaku Paspor untuk WNI jadi 10 Tahun

Jumat, 30 September 2022 | 15:24 WIB

Akhir Proses Perkara Ferdy Sambo CS

Kamis, 29 September 2022 | 17:53 WIB
X