Geger, Uang Tabungan Penjaga Sekolah Buat Naik Haji Rusak Dimakan Rayap

- Rabu, 14 September 2022 | 16:02 WIB
Uang tabungan yang dimakan rayap (Instagram / @mememedsos)
Uang tabungan yang dimakan rayap (Instagram / @mememedsos)

KETIKNEWS.ID,-- Uang puluhan juta rupiah milik penjaga sekolah di SDN Lojiwetan Solo yang ditabung dalam celengan selama sekitar 2,5 tahun rusak dimakan rayap.

Penjaga sekolah bernama Samin itu mengaku, uang tersebut merupakan tabungan dirinya bersama istri untuk mendaftar ibadah haji.

“Awalnya saya punya keinginan daftar haji sama istri dan anak-anak, dapat rezeki sedikit demi sedikit saya masukkan ke kaleng. Itu tabungan sejak sebelum pandemi COVID-19,” kata Samin di Solo, Selasa (13/9/2022), melansir Antara.

Baca Juga: Bertepatan dengan HUT RI ke-77, BI Luncurkan Uang Kertas Baru

Sejak tiga hari lalu pria berusia 53 tahun ini memiliki firasat buruk terkait uang yang ditabungnya. Oleh karena itu, ia meminta istrinya untuk segera membuka dan menghitung hasil tabungan.

Baru Selasa pagi istrinya akan membuka celengan. Namun, saat akan dibuka justru muncul rayap dari dalam celengan.

Oleh Samin, celengan langsung dibuka dan dilihatnya berlembar-lembar uang pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 sudah rusak dimakan rayap.

“Saya kebetulan punya celengan dua, yang satu masih utuh, karena celengan baru. Kalau yang rusak ini celengan lama, tapi karena sudah penuh saya pakai celengan yang baru. Kalau yang satu isinya sebesar Rp49,8 juta, kemungkinan celengan yang rusak ini lebih dari itu, karena lebih banyak isinya,” katanya.

Baca Juga: Mitos Burung Srigunting, Dianggap bisa Datangkan Uang Secara Ghaib

Ia mengatakan uang tabungan tersebut berasal dari hasil jualan istrinya di kantin sekolah. Selain itu, setiap memperoleh rezeki selalu disisihkan sebagian untuk ditabung.

“Kadang-kadang dapat Rp100-Rp200 ribu, setiap bulan bapak ibu guru ngasih Rp300 ribu dari saya membuatkan teh, saya masukkan di situ. Ibunya jualan, ada lebihan ya dimasukkan di situ,” katanya.

Akibat dari kejadian tersebut, ia melaporkan kepada Bank Indonesia (BI) dan berharap memperoleh uang pengganti dari uang yang rusak.

Editor: Lucky Edwar

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X