Imbas Tragedi Kanjuruhan, KPAI Imbau Penyelenggara Acara Perhatikan Aspek Keamanan bagi Penonton Anak

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 17:17 WIB
Suasana ricuh di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta Pemerintah perhatikan anak-anak korban rusuh yang menjadi yatim piatu. (Twitter/@akmalmarhali)
Suasana ricuh di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 1 Oktober 2022. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta Pemerintah perhatikan anak-anak korban rusuh yang menjadi yatim piatu. (Twitter/@akmalmarhali)

Retno mengatakan menempatkan anak dalam kerumunan massa memang berpotensi membahayakan karena anak-anak rentan jadi korban ketika terjadi kericuhan.

"Harus ada antisipasi dalam melindungi anak-anak ketika terjadi chaos saat berada dalam kerumunan massa," katanya.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, UEFA: Mengheningkan Cipta akan Dilakukan di Seluruh Kompetisi Eropa

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) bermula dari kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Liga I antara Arema FC melawan Persebaya berakhir dengan skor 2-3.

Kekalahan yang terjadi di kandang Arema itu membuat sejumlah suporter masuk ke dalam area lapangan.

Kondisi itu semakin ricuh setelah sejumlah benda-benda seperti flare dan botol minum dilemparkan ke arah lapangan.

Petugas keamanan sebenarnya sudah berusaha menghalau agar para suporter tidak memanas.

Di tengah kondisi itu, petugas akhirnya melakukan tembakan gas air mata dan kondisi justru semakin memanas.

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinilai Curhat, JPU Tolak Pleidoi Kuat Maruf

Jumat, 27 Januari 2023 | 16:20 WIB

DPR Ikut Sidang Gugatan Pemilu 2024

Jumat, 27 Januari 2023 | 15:53 WIB

Terpopuler

X