• Selasa, 29 November 2022

Lembaga Penyiaran Harus Berhati-Hati Meliput Kerusuhan Pasca Pertandingan Bola di Stadion Kanjuruhan Malang

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:45 WIB
Nuningrodiyah, Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan (Instagram/@nuningrodiyah)
Nuningrodiyah, Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan (Instagram/@nuningrodiyah)

KETIKNEWS.ID,--Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyampaikan rasa belasungkawa pada korban keluarga korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, yang terjadi usai pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Arema Malang, (1/10).

Kepada seluruh lembaga penyiaran, KPI mengingatkan untuk tidak mengeksploitasi kekerasan dalam kerusuhan tersebut, karena dikhawatirkan akan memicu meluasnya konflik antar-masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPI Pusat Bidang Kelembagaan, Nuning Rodiyah, menyikapi kondisi terbaru di Malang.

Baca Juga: Imbas Tragedi Kanjuruhan, KPAI Imbau Penyelenggara Acara Perhatikan Aspek Keamanan bagi Penonton Anak

Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) KPI 2012 telah secara tegas menyebutkan secara rinci larangan tentang perilaku kekerasan. Diantaranya pada pasal 23 SPS KPI yang menyebut program siaran dilarang memuat adegan kekerasan secara detil.

“Jangan menampilkan kondisi korban kerusuhan baik korban luka maupun meninggal dunia,” tegas Nuning.

Selain itu, tidak mengulang-ulang tampilan visual kericuhan dan tidak menampilkan visual mayat korban kericuhan tersebut.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dapat MURI sebagai Menteri dengan Kunjungan Kerja Terbanyak

“Kita berhadap kasus ini dapat dilokalisir dan tidak meluas,” ujar Nuning. Untuk itu KPI meminta lembaga penyiaran berpartisipasi menjaga situasi yang kondusif di masyarakat, pasca kejadian bentrok di Malang.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: KPI.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkop UKM Pecat Dua ASN Pelaku Pemerkosaan Pegawai

Senin, 28 November 2022 | 14:35 WIB
X