• Selasa, 29 November 2022

Wamenparekraf Ajak Delegasi, Jadikan WCCE Momentum Penggerak Pemulihan Ekonomi Kreatif Global

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:01 WIB
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengajak para delegasi  World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5-7 Oktober 2022 di Bali sebagai momentum penggerak pemulihan sektor ekonomi kreatif global. (kemenparekraf.go.id)
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengajak para delegasi World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5-7 Oktober 2022 di Bali sebagai momentum penggerak pemulihan sektor ekonomi kreatif global. (kemenparekraf.go.id)

KETIKNEWS.ID,-- Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengajak para delegasi World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5-7 Oktober 2022 di Bali sebagai momentum penggerak pemulihan sektor ekonomi kreatif global.

Wamenparekraf saat Opening Session Friends of Creative Economy WCCE 2022 di Bali International Convention Center-Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (5/10/2022) menjelaskan penyelenggaraan konferensi ekonomi kreatif internasional ketiga ini, diharapkan mampu menjadi suatu tindakan untuk membangkitkan dan memulihkan sektor ekonomi kreatif global.

“Saya mengajak para delegasi agar pembicaraan kita hari ini akan menjadi sebuah tindakan dan menjadi mesin penggerak ekonomi kreatif global untuk berjuang, tidak hanya sebagai penggerak pemulihan ekonomi kreatif, namun juga untuk pemulihan ekonomi global dan sebagai kendaraan untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan untuk semua,” ujarnya.

Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo (kemenparekraf.go.id)

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo juga menjelaskan saat pandemi sektor ekonomi kreatif terkena dampak pandemi sama seperti sektor lainnya. Namun dari 17 subsektor ekonomi kreatif terdapat beberapa sektor yang malah bangkit di tengah pandemi.

“Sebagai contoh, selama pandemi di Indonesia content-based tumbuh 10 persen dan ekonomi kreatif berbasis digital 4 sampai 5 persen. Di industri kreatif lainnya, kita melihat industri kembali kuat. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pangsa pasar film lokal lebih tinggi yaitu 61 persen,” ujar Angela.

Baca Juga: Kemenparekraf Berkolaborasi Dengan izin.co.id Untuk Permudah Perizinan Usaha Pelaku UMKM dan Ekraf

Ia juga masih melihat pertumbuhan di beberapa subsektor ekonomi kreatif pemulihan cepat di subsektor lain, ketika teknologi berperan dan kekayaan intelektual secara tepat dinilai sebagai aset. Kedepannya kita juga melihat semakin maraknya kewirausahaan sosial yang memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif untuk lebih bertanggung jawab terhadap pembangunan sosial dan lingkungan serta inklusivitas terhadap perempuan, pemuda, dan kaum marginal.

“Namun, saya yakin masih banyak ruang untuk tumbuh dan memanfaatkannya dengan terus mempromosikan lingkungan yang mendukung di negara kita masing-masing dan mengenali sumber peluang dan pertumbuhan yang besar pasca pandemi dari ekonomi kreatif,” katanya.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkop UKM Pecat Dua ASN Pelaku Pemerkosaan Pegawai

Senin, 28 November 2022 | 14:35 WIB
X