• Selasa, 29 November 2022

Sempat Ditawarkan jadi Anggota TNI, Korban Penendangan di Stadion Kanjuruhan Menolak

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:20 WIB
Korban penendangan anggota TNI menolak untuk jadi tentara. (Twitter/Ariel_haryanto)
Korban penendangan anggota TNI menolak untuk jadi tentara. (Twitter/Ariel_haryanto)

KETIKNEWS.ID,-- Salah satu suporter Arema FC yang ditendang oleh anggota TNI saat terjadinya kericuhan di Stadion Kanjuruhan menolak tawaran Pangdam untuk masuk TNI.

Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI, Nurchahyanto melakukan kunjungan ke rumah salah satu suporter Arema FC yang ditendang prajuritnya di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Nurchahyanto meminta maaf kepada Aremania yang bernama M Hazemi Rafasanjani atas tindakan yang dilakukan oleh prajuritnya tersebut.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan di Malang

M Hazemi Rafsanjani merupakan salah satu Aremania yang ditendang anggota TNI dan menjadi viral beberapa waktu lau karena rekaman dari salah satu suporter lain.

Saat datang ke rumah Hazemi, Nurchahyanto menanyakan cita-cita dari aremania yang menjadi korban penendangan anggotanya itu.

Nurchahyanto kemudian menawarkan Hazemi untuk masuk TNI sebagai tentara.

"Saya enggak tahu jelas, sempat ditanyain (sama Pangdam) cita-citanya apa? Kalau mau jadi tentara silakan. Tapi anak saya enggak mau, mungkin kalau dia mau bisa juga ditawari jadi TNI AD tanpa tes. Saat itu anak saya jawab ingin jadi wirausaha," ujar Isrotul ibunda dari Hazmi, Rabu (5/10 ).

Baca Juga: Arahan dari Presiden Jokowi Soal Insiden Kanjuruhan, PSSI Siap Laksanakan

Halaman:

Editor: Tatan Mulyana

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kemenkop UKM Pecat Dua ASN Pelaku Pemerkosaan Pegawai

Senin, 28 November 2022 | 14:35 WIB
X