Agar Lebih Revolusioner, Korea Utara Paksa Warganya Ubah Nama Berbau Militer dan Sosialis

- Jumat, 2 Desember 2022 | 11:46 WIB
Pemerintah Korea Utara paksa warganya untuk mengubah nama mereka. (Screenshoot instagram@kim_jong_un)
Pemerintah Korea Utara paksa warganya untuk mengubah nama mereka. (Screenshoot instagram@kim_jong_un)

KETIKNEWS.ID,- Pihak otoriter Korea Utara (Korut) meminta warganya untuk mengubah nama mereka menggunakan unsur yang berbau militeristik dan sosialis.

Pemerintah Korea Utara melakukan hal itu demi menjunjung ideologi yang diemban rezim Kim Jong Un.

Otoritas Korea Utara memerintahkan warganya yang memiliki nama lebih lembut untuk diubah dengan nama yang lebih ideologis.

Baca Juga: Amerika Serikat Kekeh Korea Utara Diklaim Penyuplai Senjata untuk Rusia

Bahkan mereka juga dituntut agar mengubah nama anaknya supaya terdengar lebih revolusioner.

“Penduduk mengeluh bahwa pihak berwenang memaksa orang untuk mengganti nama mereka sesuai dengan standar yang diminta oleh negara,” kata seorang penduduk provinsi timur laut Hamgyong Utara kepada Layanan Korea RFA, dilansir dari Radio Free Asia pada Jumat (2/12/2022).

Dahulu, orang Korea Utara memang pernah didorong untuk memberi nama patriotik kepada anak-anak mereka.

Layaknya nama yang memiliki makna ideologis atau bahkan militeristik, seperti Chung Sim (kesetiaan), Chong Il (senjata), Pok Il (bom), atau Ui Song (satelit).

Baca Juga: Tidak Kecam Peluncuran Rudal, AS Kritik Keberpihakan China dan Rusia Terhadap Korea Utara

Halaman:

Editor: Riedha Adriyana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter Diduga Alami Kebocoran Data para Pengguna

Jumat, 6 Januari 2023 | 10:21 WIB

Ribuan Orang Penghormatan Terakhir untuk Pele

Selasa, 3 Januari 2023 | 16:20 WIB
X