Timnas Mobile Legends Indonesia Bidik Juara Dunia IESF 2022

- Kamis, 8 Desember 2022 | 12:53 WIB
Filipina dan Kamboja merupakan lawan yang sulit, namun Analis Steven Age optimis Indonesia mampu juara IESF Esports World Championship 2022. (IESF)
Filipina dan Kamboja merupakan lawan yang sulit, namun Analis Steven Age optimis Indonesia mampu juara IESF Esports World Championship 2022. (IESF)

KETIKNEWS.ID,-- Tim nasional Mobile Legends: Bang-Bang (MLBB) Indonesia memfokuskan diri merebut gelar juara pada kejuaraan esport dunia IESF Bali 14th World Esports Championship 2022 usai mengamankan tempat di grand final dengan mengalahkan Kamboja, Selasa.

Analis timnas Steven Age, yang merupakan bagian dari jajaran kepelatihan timnas Indonesia, mengatakan akan memberikan jeda untuk beristirahat bagi pemain. Namun, tidak akan berlangsung lama karena akan fokus untuk pada babak grand final yang akan berlangsung pada Minggu (11/12).

"Untuk istirahat pasti ya, tapi kita juga ga mau terlalu santai jadi istirahat kelamaan, jadi istirahatnya satu hari atau enggak setengah hari buat mereka mau refreshing, mau tidur, mau telpon pacaran atau mau apapun," ujar Age usai pertandingan di Merusaka, Nusa Dua, Bali.

Baca Juga: Timnas Mobile Legends Indonesia Melaju ke Final IESF 2022

"Cuman tetap kita fokusnya karena pengen juara ya, forsir latihan kita sudah ada ada porsinya, jadwalnya. Jadi, enggak bakal kelebihan juga enggak bakal kekurangan, jadi kita tetap fokus."

Pada lower bracket, Filipina baru saja mengalahkan Malaysia 2-0 untuk menuju final lower braket berhadapan dengan Kamboja, yang terlempar ke lower bracket setelah kalah dari Indonesia.

Filipina dan Kamboja akan bertarung untuk merebutkan satu slot lagi di grand final Mobile Legends kejuaraan esport dunia tersebut. Menurut Age, baik Kamboja dan Filipina sama-sama lawan yang sulit.

Baca Juga: MLBB IESF World Championship 2022: Jadwal, Hasil, dan Format Pertandingan

"Dua-duanya sama-sama sulit lah. Cuman dari play style-nya berbeda, bisa saja kita lebih susah lawan play style-nya Kamboja, bisa juga kita lebih susah melawan play style-nya Filipina," kata Steven.

Halaman:

Editor: Ridwan Alawi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Alasan Liga 2 Dihentikan oleh PSSI

Selasa, 17 Januari 2023 | 15:37 WIB
X