• Rabu, 5 Oktober 2022

Desa Wisata Bejijong di Mojokerto, Pertahankan Nuansa kerajaan Majapahit

- Senin, 17 Januari 2022 | 12:00 WIB
Mengenal Desa Wisata Bejijong  (Dok.IG@nengmahadewa)
Mengenal Desa Wisata Bejijong (Dok.IG@nengmahadewa)

KETIKNEWS.ID,-- Desa Wisata Bejijong dikenal sebagai pusat pengrajin patung, Desa Bejijong di Mojokerto memiliki ragam potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Dahulu kala, wilayah Desa Bejijong merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur setelah dipindahkan oleh Mpu Sindok (929-947 M). Majapahit dikenal sebagai kemaharajaan terbesar dalam sejarah yang menyatukan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara.

Baca Juga: Vihara Majapahit Memiliki Sejarah Trowulan, Sejarah Dahsyat Tentang kejayaan Majapahit.

Banyak peninggalan Kerajaan Majapahit yang dapat ditemukan di sekitar Desa Bejijong seperti Candi Brahu dan Candi Gentong. Terdapat juga Situs Siti Inggil Trowulan yang dipercaya menjadi makam keluarga raja pertama Kerajaan Majapahit, yakni Raden Wijaya yang bergelar Maharaja Kertarajasa Jayawardhana. Situs yang ditemukan pada tahun 1965 ini sekarang menjadi destinasi ritual para pengunjung dari berbagai daerah.

Desa Bejijong di Mojokerto memiliki ragam potensi pariwisata (Dok.IG@nengmahadewa)

Desa Wisata Bejijong telah masuk menjadi salah satu dari 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2021, sudah pasti ada yang spesial dari Desa Wisata Majapahit Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Di desa itu wisatawan bisa merasakan wisata budaya peninggalan dari Kerajaan Majapahit.

Baca Juga: Sejarah Baru! Sebelas Nama Perempuan Masuk di Susunan PBNU 2022-2027

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan kearifan lokal dan potensi budaya memiliki nilai yang baik untuk dikembangkan. “Wisata budaya, kearifan lokal, dan toleransi beragama di sini sangat kuat," kata dia, Kamis,(17/11).

Sandiaga Uno mengatakan kearifan lokal dan potensi budaya memiliki nilai yang baik untuk dikembangkan. (Dok.sandiuno)

Di desa yang berlokasi di bekas jantung ibu kota Kerajaan Majapahit, memang terdapat beberapa patung Buddha yang tersebar di area Maha Vihara Majapahit, miniatur Candi Borobudur dan pohon Maja berbuah lebat yang merupakan asal usul kerajaan Majapahit serta rumah para biksu yang menetap di sekitarnya. "Masyarakat di sini 95 persen beragama Islam, namun ada vihara di tengah-tengahnya yang saling berdampingan, harmonis, dan saling support," kata Sandiaga.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Beberapa Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar 50 Jajanan Street Foods Terenak di Asia 2022

Sabtu, 24 September 2022 | 16:09 WIB

Apa itu Neom? Yang Dianggap Kota Masa Depan di Arab Saudi

Selasa, 20 September 2022 | 00:37 WIB
X