• Minggu, 26 Juni 2022

Kemenparekraf Siapkan Panduan Pengelolaan Destinasi Wisata Ramah Muslim

- Selasa, 21 Juni 2022 | 21:36 WIB
Kemenparekraf menyiapkan panduan pengelolaan destinasi wisata halal ramah muslim yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service) (Kemenparekraf)
Kemenparekraf menyiapkan panduan pengelolaan destinasi wisata halal ramah muslim yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service) (Kemenparekraf)


KETIKNEWS.ID,-- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), telah menyusun kebijakan pariwisata halal yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service).

Kebijakan tersebut diperuntukan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam merespons besarnya potensi wisata halal (ramah muslim) di Indonesia.

"Kita akan terus tingkatkan jumlah layanan tambahan bagi para wisatawan khususnya untuk wisata halal ini. Kami telah menyusun kebijakan ini dan dalam waktu singkat kami akan menerbitkan panduan untuk destinasi tambahan," jelas Menparekraf Sandiaga Uno, dalam Weekly Press Briefing daring, Senin (20/6).

Baca Juga: Sandiaga Uno: Indonesia Ajukan Diri Jadi Dewan Eksekutif Pariwisata Dunia

Karena, lanjut Sandi, selain dari destinasi unggulan seperti Sumatra Barat, Aceh, dan beberapa destinasi lainnya di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, ada juga seperti Madura yang ingin mengembangkan destinasi pariwisata halalnya.

Wisata halal bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim.

Data menunjukkan pada 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total 2,02 triliun dolar AS untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fesyen, travel, dan rekreasi.

Pasar muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga 2,4 triliun dolar AS pada tahun 2024. Sejumlah pengeluaran terbesar bagi konsumen muslim adalah pada makanan dan minuman halal.

Baca Juga: FWD dan Traveloka Siapkan Asuransi Khusus untuk Foodies

Sejauh ini, Indonesia berhasil menempati posisi kedua Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022. Naik dua peringkat dari sebelumnya di posisi keempat pada tahun 2021.

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Sumber: Kemenparekraf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Gepuk Daging Sapi Khas Sunda

Rabu, 22 Juni 2022 | 19:19 WIB

Jawa Barat Ikut Pameran World of Coffee di Milan

Senin, 20 Juni 2022 | 19:02 WIB

Bandara Paling Ramah Keluarga 2022, Indonesia?

Senin, 20 Juni 2022 | 18:09 WIB

150 Komunitas Ajukan Hari Kebaya Nasional

Senin, 20 Juni 2022 | 16:03 WIB

Menparekraf Jelaskan Kunci UMKM Naik Kelas

Senin, 20 Juni 2022 | 12:16 WIB

UNS Siap Bantu Pelaku UMKM Daftarkan HAKI

Jumat, 17 Juni 2022 | 19:49 WIB
X