• Jumat, 21 Januari 2022

Musik Keroncong

- Selasa, 2 Juni 2020 | 16:12 WIB

KETIKNEWS.ID - Akar musik keroncong berasal dari jenis music Portugis yang dikenal sebagai  fado. Fado adalah tradisi tutur dalam bermusik di Portugis. Biasanya mengenai perjalanan mengarungi lautan, kemiskinan dan kesedihan.Diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara.

Dari daratan India (Goa) musik ini masuk pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini.

Bentuk awal musik ini disebut moresco, sebuah tarian asal Spanyol, seperti polka agak lamban ritmenya. Moresko merupakan musik dengan tarian dari bangsa atau kaum Moor/ Moorish yang tinggal di Portugis. Awalnya, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, selo, dan perkusi jika dibutuhkan. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon, yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi, lalu berbaur dengan musik Tanjidor pada tahun 1880-1920.

Tahun 1920-1960 pusat perkembangan music keroncong berlanjut ke Solo dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan.

Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.

Bram Tatiley, Gesang, Waldjinah, Mus Mulyadi, Sundari Soekotjo merupakan sedikit dari beberapa musisi Indonesia yang turut mengenalkan musik asli Indonesia ini, bahkan sampai ke penjuru dunia.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Pelestarian Seni Tradisional Kabupaten Ciamis

Kamis, 13 Januari 2022 | 16:03 WIB

5 Fungsi Berbagai Keragaman Budaya di Indonesia

Senin, 10 Januari 2022 | 16:35 WIB

Wayang Golek Jabar Menjadi Perhatian Internasional

Selasa, 4 Januari 2022 | 17:19 WIB
X