• Senin, 23 Mei 2022

Inilah Hasil Perenungan Spiritual Indra Moesaffa Soal Indonesia di 2025

- Rabu, 29 Desember 2021 | 11:24 WIB
Perenungan dipetilasan Raja Hayam Wuruk di desa Panggih kecamatan Trowulan (mojokertowisata)
Perenungan dipetilasan Raja Hayam Wuruk di desa Panggih kecamatan Trowulan (mojokertowisata)


KETIKNEWS.ID,-- Ramalan dimanfaatkan untuk mengingat seluruh masyarakat agar bisa lebih berhati-hati di kehidupan masa mendatang.Terkait kebenarannya, isi ramalan ada yang ga percaya dn ada juga telah dipercayai oleh sebagian orang di Tanah Air, khususnya masyarakat Jawa.
misteri yang akan terjadi di masa depan ternyata sudah digambarkan oleh pelaku Spiritual?.

Penggiat Kebudayaan dan Pelaku Spiritual Indra Moesaffa, S.H., M.H., asal Surabaya, Mojokerto, Jawa Timur, menceritakan ke media, bahwa setelah mengadakan perenungan dipetilasan Raja Hayam Wuruk di desa Panggih kecamatan Trowulan, Mojokerto pada hari Sabtu (12/9) mulai malam hingga pagi hari. Ia mendapat Isyaroh bahwa Spirit of Majapahit akan mulai muncul di bumi Nusantara pada tahun 2025.

Baca Juga: Punya Khodam Membuat Orang Susah Meninggal, Benar Gak Sih?

Indra menjelaskan bahwa pada mendatang, Indonesia akan masuk dalam zaman kala Cakra dan kala Sutra seperti yang disebutkan oleh Praboe Sri Aji Joyoboyo. Saat itu Indonesia mendapatkan zaman suka cita dan ketenaran, karena munculnya Spirit of Majapahit.

Indonesia Merupakan negara kaya (puripropertygroup)

“Dari perenungan saya di petilasan Raja Hayam Wuruk, saya mendapat Isyaroh bahwa tahun 2025 Spirit Of Majapahit akan muncul. 2025 dengan jumlah 9 berarti Kemulyaan. Sesuai mitos, bahwa setelah 500 tahun Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1525 Masehi, Spiritnya akan muncul di bumi Nusantara. Dan sesuai hitungan akan muncul pada tahun 2025, persis dengan Isyaroh yang saya dapat,” ungkap Indra, Rabu (16/9).

Menuju tahun 2025, semua pihak, baik Pemkab, dewan adat serta semua elemen masyarakat dari komunitas budaya, agama, sosial serta masyarakat grass root dengan Spirit of Majapahit akan ada gerakan moral bisa merubah nama kabupaten Mojokerto menjadi kabupaten Mojopahit.

Baca Juga: Misteri keangkeran Saranjana, Kota Gaib Yang Terletak di kalimantan

“Karena yang merubah nama Japan menjadi Mojokerto adalah Gubernur Hindia Belanda, Stamford Rafles sekitar tahun 1817 yang sebenarnya masih ada ada desa dusun Mojopahit. Karena penjajah ingin agar masyarakat melupakan dan juga untuk menghapus dan menghilangkan sejarah kebesaran dan peradaban Kerajaan Majapahit yang tidak pernah terjajah oleh kerajaan lain pada masanya, sehingga Stamford Rafles merubah dengan nama Mojokerto,” ungkap Indra.

“Sebetulnya kabupaten Japan dulu termasuk bagian dari kesultanan Yogyakarta karena ada pemberontakan etnis di batavia menyebar ke seluruh Jawa, Blora, Kedu, Japan, dan harus diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Dengan perenungan tersebut saya merasa yakin nama Mojokerto bisa dirubah menjadi Majapahit terkait sejarah Majapahit di Mojokerto/ Trowulan dan semua tergantung masyarakat dan pemerintah daerah dan pusat yang telah terpatri dalam hati nama Majapahit. Seperti Ujung Pandang menjadi Makasar, Ciamis menjadi Galuh, kerajaan Kediri, Singosari, Banten, Demak, Kutai, Klungkung, Karangasem, dan seterusnya,”

Halaman:

Editor: Lucky Edwar

Tags

Terkini

Jejak Sejarah Gedung Lawang Sewu Semarang

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:05 WIB

Sejarah Ritual Ngalak Air Dalam Pemindahan IKN

Senin, 14 Maret 2022 | 11:08 WIB

Sejarah Hari Musik Nasional 2022

Rabu, 9 Maret 2022 | 14:10 WIB
X